Mengapa Allah menciptakan kita?

Cinta Allah

Melihat judul di atas, jika pertanyaan tersebut kita tanyakan kepada berbagai macam orang, mungkin akan muncul jawaban yang berbeda-beda pula. 

Ketika kita bertanya kepada Tokoh agama, Ulama, Kiyai atau Ustadz, maka besar kemungkinan mereka akan menjawabnya dengan dalil satu ayat dalam Al Quran yang artinya: dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu (QS. Adzurriyat : 56)

Memang benar bahwa sudah seharusnya bagi kita manusia sebagai makhluk ciptaanNya untuk sembah bakti beribadah kepadaNya, tetapi jikalau seandainya kita diberi kesempatan untuk menyangkal, mengapa kita mesti beribadah kepadaNya sedangkan kita tidak pernah meminta kepadaNya untuk diciptakan?.

Seorang akademisi, dosen, ilmuwan atau semacamnya mungkin memiliki jawaban yang lebih mudah untuk  kita cerna atau kita pahami. Tetapi jika kita tanyakan kepada mereka, mungkin sebagai orang yang terpelajar dan selalu berpikir ilmiah mereka akan menjawab bahwa Tuhan menciptakan manusia adalah untuk menampakkan sifatNya kepada kita, yaitu Sang Maha Pencipta, oleh karenanya bagaimana kita tahu bahwa Dialah Sang Pencipta kalau Dia tidak menciptakan kita, manusia. 

Betul juga memang, bahwa kita ada dan maujud adalah bukti akan keberadaan Tuhan pencipta kita, tetapi mengapa Tuhan mesti menciptakan kita untuk menampakkan sifatNya itu? Bukankah Tuhan mampu menciptakan makhluk lain selain kita seperti hewan, tumbuh-tumbuhan dan yang lainnya sekehendak Dia. 

Orang yang awam atau orang bodoh seperti saya mungkin akan menjawab pertanyaan itu begini: 

''Allah menciptakan kita adalah hak prerogatif Allah semata tanpa intervensi siapapun, apalagi kita makhluk ciptaanNya? itu adalah hak yang semuanya terserah pada Allah, kehendak Allah, semau Allah, mengapa kita mesti memikirkan jawaban pertanyaan seperti itu?. Bukankah semua yang ada dan terjadi adalah hak Allah untuk meng'ada'kan ataupun meniadakan, kita tidak bisa memprotes keputusan itu". 

Benar juga untuk apa memikirkannya, bukankah ketika kita belajar ilmu tauhid kita diajarkan bahwa Allah mempunyai sifat jaiz fi'lu kulli mumkinin aw tarkuhu, yang artinya adalah hak atau kewenangan Allah untuk berbuat segala sesuatu ataupun meninggalkan suatu perbuatan sesuai kehendak Dia. 

Kita sering mempertanyakan hal-hal seperti itu, dan kita tahu berbagai jawaban beserta dalil-dalilnya dari berbagai macam orang ataupun dari buku, padahal pertanyaan seperti itu tidak mesti harus dijawab dengan jawaban yang ilmiah atau njelimet dengan mengemukakan dalil ini itu. Mengapa demikian? Karena jawabannya adalah sederhana. 

Ketika kita telah dewasa, pernahkah terpikirkan mengapa ibu kita mau mengandung dan melahirkan kita ke dunia dengan selamat, padahal kita tidak pernah meminta ibu kita untuk melahirkan kita ke dunia ini? Apakah tanpa alasan atau karena keinginan semata?.

Meskipun pemberian anak adalah keputusan Allah, tetapi jika kita renungkan lebih dalam atau kita merasakan sendiri bagaimana menjadi orang tua, kita akan tahu bahwa kita terlahir ke dunia karena cinta orang tua kita. Cinta orang tua terhadap anaknya sudah ada bahkan sebelum anaknya dilahirkan, bukankah anak adalah buah hati kedua orang tuanya?

Begitulah gambaran sederhananya, tetapi jika kita renungkan lebih dalam lagi, kita mestinya tahu bahwa sejatinya cinta Ayah dan ibu kita adalah refleksi cinta yang dimiliki oleh Allah kepada manusia selaku makhluk ciptaanNya secara sempurna. Dialah Sang Pencipta, Sang Maha Cinta, Sang Pengasih, Penyayang dan Maha Segalanya, yang ketika kita berdosa dan mau kembali kepadaNya serta memohon ampun, Dia pasti mengampuni.

Sebagaimana kecintaan orang tua kepada kita sehingga kita diwajibkan berbakti kepada mereka, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk membalas cinta Allah kepada kita dengan sebuah pengabdian dan penghambaan yang tulus dan ikhlas semata mengharapkan ridhoNya.

Labels: Refleksi

Thanks for reading Mengapa Allah menciptakan kita?. Please share...!

0 Komentar untuk "Mengapa Allah menciptakan kita?"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.