Kisah Shilah bin Asyam dan Sadarnya Pemuda Yang Hidup dalam Kesia-siaan


Alkisah tersebutlah seorang pemuda yang hidupnya terbawa arus pusaran duniawi. Ia lupa akan makna hidupnya, sehingga yang dikerjakan hanyalah membawa kesia-siaan semata. Waktunya pun sering terbuang dan tercecer dengan percuma. Namun pada akhirnya ia tersentak dari khayalan yang panjang itu berkat nasihat dan peringatan yang disampaikan oleh Shilah bin Asyam, salah seorang tabi'in yang mulia.

Shilah bin Asyam menuturkan tentang pemuda yang telah sadar dan menyesali masa lalunya tersebut. Ia berkata:

Ilustrasi
ilustrasi via serikatnews.com

"Sudah menjadi kegiatan rutinku untuk selalu menyusuri padang pasir mencari ketenangan dalam beribadah. Dan setiap kali melintasi sekelompok anak-anak muda yang sedang duduk-duduk sambil bercanda di antara mereka, maka aku pernah berkata kepada mereka:

"Apa pendapat kalian tentang suatu kaum yang bermaksud untuk bepergian, tetapi mereka lakukan di siang hari tanpa arah tujuan dan pada malam hari mereka tidur, lalu kapan mereka akan sampai ke tempat tujuan?".

Setiap kali aku melewati sekumpulan mereka, senantiasa pula kusampaikan berbagai nasihat yang berguna. Suatu hari saat aku memberikan nasehat yang sama sebagaimana ucapanku di atas tadi, seketika itu ada seorang pemuda di antara mereka yang menyahut:

"Wahai kawan-kawan! Sesungguhnya yang dimaksudkan Bapak ini adalah kita. Mari kita renungkan, bukankah di waktu siang kita habiskan dengan sekedar bermain-main dan malam harinya tidur mendengkur?".

Kemudian pemuda itu tampaknya mulai menangkap makna ucapan itu dan mulai timbul kesadaran dalam hati serta pikirannya.

Pada akhirnya pemuda ini selalu mengikuti jejakku dan beribadah bersamaku kepada Allah SWT sampai akhir hayatnya". (Ibnu Qudamah al Maqdisy, at Tawwabin, hlm. 224).

Kerasnya hidup memang kadang membuat kita terbawa arus dalam mengejar keinginan duniawi yang tiada batasnya.

Bagi mereka yang kalah dalam persaingan mengejar kesuksesan duniawi, pada akhirnya banyak dari mereka yang akhirnya menjadi orang pinggiran yang kerjaannya tidak jelas, tongkrang-tongkrong di tepi jalan seakan tidak punya harapan hidup.

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil hikmah bawa sungguh suatu sikap yang patut diteladani oleh setiap orang yang telah menyia-nyiakan masa mudanya, namun kemudian berusaha bangkit dan memacu sisa-sisa umurnya untuk meniti jalan Allah SWT dengan berkendaraan amal-amal yang shaleh. Demikian. Wallahu A'lam.

Labels: Kisah Hikmah

Thanks for reading Kisah Shilah bin Asyam dan Sadarnya Pemuda Yang Hidup dalam Kesia-siaan. Please share...!

0 Komentar untuk "Kisah Shilah bin Asyam dan Sadarnya Pemuda Yang Hidup dalam Kesia-siaan"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.