Berbagai Perayaan Tahun Baru Yang ada di Indonesia


Mengawali pergantian tahun, kita mesti menghatur syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia usia yang masih bisa bertemu dengan tahun baru 2023 ini. Tentunya dalam berjalannya waktu, bergantinya hari dan berlalunya bulan dan tahun, terdapat pelajaran berharga bagi kita yang mau merenungkannya. Disamping mensyukuri anugrah nikmat tiada terkira yang kita rasakan selama ini, tahun baru juga menjadi harapan bagi kita agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam menjalani hidup ini. 

Demi tercapainya hal itu, berbagai resolusi pun dibuat agar semua impian dan harapan berwujud kesuksesan akan dapat direngkuh pada tahun yang baru berganti ini. Tahun baru memang kerap diisi dengan berbagai perayaan. Seperti halnya tahun ini, perayaan tahun baru pun dirayakan hampir diseluruh dunia untuk menyambut pergantian tahun yang terjadi. Meski demikian, alangkah baiknya jika tahun baru juga diisi doa bersama untuk kebaikan dalam menjalani hidup. Tahun baru tidak mesti harus dirayakan dengan meriah, namun mesti diperingati sebagai ajang perenungan menuju arah hidup yang lebih baik lagi. 

Tahun Baru 2023
via shutterstock

Tahun yang baru saja datang kali ini adalah Tahun baru Masehi, yang dibuat berdasarkan kalender Masehi. Menurut sejarah, konon Tahun baru Masehi pertama kali dirayakan oleh kaisar Romawi, Julius Caesar pada tanggal 1 Januari 45 SM. Kalender Masehi sendiri memiliki 12 bulan atau 52 minggu yang dibuat berdasarkan pola pergerakan matahari. Sebagai penanggalan yang berlaku di seluruh dunia, maka tidak heran jika perayaan tahun baru Masehi selalu dirayakan dengan meriah setiap tahunnya. 

Selain tahun baru Masehi, di Indonesia sendiri sebetulnya terdapat berbagai moment pergantian tahun yang juga diperingati setiap tahunnya. Karena menggunakan kalender dan perhitungan yang berbeda, tentunya awal mula atau jatuhnya tahun baru kalender-kalender tersebut juga berbeda. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut berbagai peringatan tahun baru yang ada di Indonesia. 

1. Tahun Baru Hijriyah


Tahun Baru Islam
via republika.co.id

Tahun Baru Hijriyah atau disebut juga tahun baru Islam merupakan tahun baru yang diperingati oleh umat Islam sedunia. Berbeda dengan kalender Masehi, tahun Baru Hijriyah menggunakan pola pergerakan bulan sebagai patokannya. Tahun baru Hijriyah juga dibuat untuk menandai peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah menuju Madinah pada tahun 622 M. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram, sehingga diambil sebagai awal perhitungan bagi kalender Hijriyah. 

Penetapan ini juga untuk mengenang perubahan paradigma di mana pertama kali dalam sejarah Islam seorang Nabi dan Rasul membentuk pemerintah dengan segala kesulitan dan berhasil membuat hubungan diplomatik dengan beberapa negara serta menyampaikan dakwah Islam secara global sehingga Islam dapat tersebar merata ke seluruh penjuru dunia. Di beberapa daerah di Indonesia, perayaan tahun baru Hijriyah biasanya diisi dengan pawai keliling sambil bersenandung sholawat dan takbir, serta pembacaan doa awal dan akhir tahun.

2. Tahun Baru Saka


Tahun Baru Saka
via kontan.co.id

Tahun baru Saka biasa diperingati oleh umat Hindu di Bali dengan tradisi Nyepi, dimana para umat Hindu berusaha untuk tidak melakukan aktivitas apapun yang mengundang kebisingan. Sistem penanggalan yang digunakan adalah berdasarkan kalender Saka, yang konon berasal dari India dan kira-kira dimulai sejak tahun 78 Masehi. Saat Hari Raya Nyepi, para umat Hindu akan melakukan amati geni, yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri secara lahir dan batin.

Hari Raya Nyepi atau tahun Baru Saka jatuh pada hitungan Tilem Kesanga, dimana hari itu diyakini saat yang baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa dan hari penyucian para dewa yang berada di pusat samudra yang akan datang ke dunia dengan membawa air kehidupan (amarta) untuk kesejahteraan manusia dan umat Hindu di dunia. Saat melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia yang bersih dan suci lahir batin, segala aktifitas yang ada seperti di Bali pun ditiadakan, biasanya hanya rumah sakit saja fasilitas umum yang buka.

3. Tahun Baru Jawa


Tahun Baru Jawa
via athisa88.files.wordpress

Tahun Baru Jawa merupakan awal tahun dalam Penanggalan Jawa. Sistem penanggalan ini dibuat oleh Raja Mataram Sultan Agung Hanyakrakusuma dan digunakan oleh Kesultanan Mataram dan kerajaan pecahannya. Penanggalan ini memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian yang merupakan bagian budaya Barat. 

Perayaan tahun baru Jawa biasa dilakukan pada malam 1 Suro (Muharram) dengan menyucikan diri berikut benda-benda yang diyakini sebagai pusaka. Berbagai ritual perayaan juga dilakukan untuk menyambut malam keramat ini. Iring-iringan rombongan masyarakat atau yang biasa disebut kirab menjadi salah satu hal yang bisa kita lihat dalam ritual tradisi masyarakat jawa saat menyambut tahun baru Jawa. Perayaan Tahun baru ini memang lebih menekankan unsur tradisi dan spritual, sebab bagi orang jawa, malam Satu Suro adalah malam yang keramat.

4. Tahun Baru Sunda


Tahun Baru Sunda
via jabarekspres.com

Tahun baru Sunda dikenal juga dengan Pabalu Sunda, yang dibuat berdasarkan kalender Sunda dan dirayakan oleh masyarakat tradisional Sunda di Indonesia. Kalender Sunda memiliki sistem hari, minggu, dan bulan yang hampir sama dengan kalender Masehi, yang membedakannya adalah penamaannya. Kalender Sunda mempunyai nama-nama hari, minggu, dan bulan yang berbeda. Pada sistem penanggalan Sunda, pergantian hari terjadi pada sore hari, yakni saat bulan separuh terang dan separuh gelap.

Tahun baru Sunda jatuh pada 1 Suklapaksa, bulan Kartika atau berkisar pada bulan agustus akhir di kalender Masehi. Perayaan tahun baru Sunda ini memang sebelumnya jarang terdengar, namun belakangan mulai banyak usaha yang dilakukan untuk melestarikan budaya Sunda, salah satunya dengan merayakan tahun baru Sunda. Acara yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Sunda biasanya berupa pesta perayaan berbalut pesta seni kebudayaan masyarakat Sunda.

5. Tahun Baru Imlek


Hari Raya Imlek
via today.line.me

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan yang penting bagi masyarakat keturunan etnis China (Tionghoa). Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Banyak rangkaian perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dalam menyambut tahun baru Imlek ini. Di Indonesia, perayaan Imlek juga cukup beragam sesuai adat dan tradisi wilayah masing-masing. 

Tradisi Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah, karena dalam budaya Tionghoa, merah adalah warna keberuntungan. Saat perayaan berlangsung, biasanya acara diisi dengan perjamuan makan malam bersama keluarga, tradisi Barongsai, berbagi angpau, penyulutan kembang api dan hal-hal yang berbau kebisingan. Mereka percaya bahwa suara bising yang disebabkan oleh pesta dan petasan dapat mengusir roh-roh jahat yang membawa nasib buruk, sehingga harapannya perayaan tersebut akan mengundang keberuntungan di tahun yang baru tersebut. 

Demikianlah beberapa peringatan dan perayaan Tahun Baru yang ada di Indonesia. Selamat Tahun Baru 2023, Semoga Hidup menjadi lebih baik. Amiin.

Labels: Mozaik

Thanks for reading Berbagai Perayaan Tahun Baru Yang ada di Indonesia. Please share...!

0 Komentar untuk "Berbagai Perayaan Tahun Baru Yang ada di Indonesia"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.