Pemanfaatan Bakteri Untuk Membuat Nata de Coco

Nata de Coco adalah makanan kenyal berbentuk dadu dan berwarna putih transparan yang biasa dijumpai pada aneka minuman menyegarkan. Makanan ini terbuat dari sari kelapa yang diproses melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Dalam bahasa Spanyol, Nata de coco berarti krim kelapa atau sari kelapa. Rasanya yang segar, kenyal dan mirip agar-agar atau jelly ini membuat banyak orang ketagihan untuk menikmatinya. 

Nata de coco enak
via shutterstock

Nata de Coco diketahui mengandung serat yang tinggi dengan kalori rendah sehingga baik untuk pencernaan dan cocok untuk menjaga kelangsingan tubuh. Komposisi kimianya terdiri atas kadar air 97,7%, lemak 0,2%, kalsium 0,012%, posfor 0,002%, dan vitamin B3 (riboflavin) 0,017%. Selain sebagai pelengkap dalam aneka minuman, Nata de coco juga sering dijadikan sebagai bahan substitusi untuk pengalengan buah-buahan atau dikonsumsi dengan buah-buahan lainnya. 

Di Indonesia, nata de coco mulai dikenal pada sekitar tahun 80 an dan cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Nata de coco sering dicari sebagai campuran pada aneka menu minuman seperti es sirup, es campur, minuman bersoda, dan aneka minuman lainnya. Untuk mendapatkannya, anda dapat menjumpainya di toko-toko bahan makanan atau gerai supermarket terdekat di kota anda. Atau, anda juga bisa membuatnya sendiri seperti yang akan kami ulas di bawah ini. 

Cara Membuat Nata de Coco


Untuk membuat Nata de Coco, caranya adalah sebagai berikut:

➡ Siapkan alat dan bahan-bahan berikut ini:
  • Kompor
  • Garam Inggris/MgSO4
  • Panci
  • Natrium Asetat (1,3 gram) 
  • Pengaduk
  • Amonium Sulfat (10 gram) 
  • Gula pasir (20 gram) 
  • Ragi roti/yeast (4 gram) 
  • Air kelapa
  • Essence/ penambah aroma makanan secukupnya
  • Penyaring
  • Baskom
  • Pisau
  • Kantong plastik
  • Kertas koran
  • Baki
  • Garpu
  • Bibit atau starter bakteri Acetobacter xylinum (150 ml). 
➡ Proses Pembuatan Nata de Coco

Pertama, Saring air kelapa untuk membebaskan kotoran-kotoran yang tidak diinginkan kemudian diukur volumenya. Masukkan ke dalam panci. 

Kedua, Nyalakan kompor dan panaskan air kelapa tersebut sampai mendidih agar tidak tercemar oleh mikroorganisme. Pada saat air kelapa sudah cukup panas, tambahkan gula, amonium sulfat, natrium asetat, MgSO4 dan yeast sambil terus diaduk. Pengadukan terus dilakukan hingga air mendidih. 

Ketiga, Jika sudah mendidih, angkat dan masukkan rebusan air kelapa tersebut ke dalam baki atau loyang plastik dan tutup dengan kertas koran. Dinginkan rebusan air kelapa dalam suhu kamar (kurang lebih 28 °C). 

Keempat, Setelah rebusan air kelapa telah dingin, tambahkan starter (inokulasi) dan peram (inkubasi) selama 6-7 hari pada tempat tertutup (terhalang) dari sinar atau cahaya langsung. Selama waktu tersebut berlangsung terjadi proses fermentasi. 

Kelima, Kalau telah tampak lapisan nata setebal kurang lebih 1 cm, maka enam hari berikutnya nata sudah dapat dipanen. Nata tersebut dapat diangkat dengan garpu atau alat sejenis kemudian potong kecil-kecil. Cairan yang tersisa tetap dijaga kebersihannya agar dapat digunakan sebagai bibit. 

Keenam, Potongan nata de coco dicuci dan direndam selama tiga hari. Air rendaman harus diganti dengan yang baru setiap harinya agar hasilnya lebih mantap. 

Terakhir, Potongan nata dimasak hingga mendidih. Biarkan selama 15 menit dalam air mendidih. Selanjutnya, ditiriskan sehingga diperoleh nata dengan pH netral.

Nata de Coco pun siap diolah lagi untuk disajikan pada makanan atau minuman. 

Catatan Penting:


▪Alat untuk merendam nata harus dipilih yang antikarat.

▪Selama proses inkubasi jangan digoyang-goyang dan hindari pencemaran oleh debu atau bentuk pencemaran yang lain. Artinya, kebersihan harus dijaga mulai dari awal hingga akhir proses.

▪ Jika bakteri A. xylinum sulit diperoleh, maka ampas nanas juga dapat digunakan untuk memperoleh A. xylinum, caranya adalah sebagai berikut:
  1. Buah nanas yang matang dikupas lalu dicuci bersih. Buah tersebut kemudian diparut.
  2. Parutan buah nanas diperas sampai sari buahnya habis. Ampasnya dicampur air dan gula pasir dengan perbandingan 6 : 3 : 1. Campuran ini diaduk sampai rata dan dimasukkan ke dalam botol selai. Setelah ditutup dengan kertas, campuran diperam selama 2 sampai 3 minggu hingga terbentuk lapisan putih di atasnya.
  3. Larutan yang terbentuk dapat digunakan sebagai bahan penginokulasi dalam pembuatan nata de coco.

Labels: Tips & Cara

Thanks for reading Pemanfaatan Bakteri Untuk Membuat Nata de Coco . Please share...!