Menyusuri Goa Petruk, Kebumen

Mulut goa petruk

Setelah sebelumnya menjelajahi goa Jatijajar, masih di hari yang sama, ahad 11 Desember 2016 pukul setengah 3 sore, kami lanjutkan perjalanan kami menuju lokasi goa petruk. Sebetulnya, pada awalnya dari goa jatijajar kami hendak ke pantai, namun setelah kami rundingkan akhirnya kami batalkan ke pantai dan memutuskan untuk kembali menjelajahi goa lain, yakni goa petruk. Untuk menuju goa petruk, kami berkendara sekitar 5 km arah selatan dari goa Jatijajar. Tidak sampai setengah jam akhirnya kami sampai di lokasi goa petruk berada.

Jalan kaki menuju goa

Setelah membayar karcis, kami harus berjalan kaki untuk sampai ke mulut goa. Suasana di areal wisata goa petruk ini tidak seramai di goa jatijajar. Di sepanjang jalan menuju mulut goa, kami juga hanya menjumpai sedikit pedagang yang berjualan. Sebuah air terjun yang tidak terlalu tinggi tampak menyapa kami dalam perjalanan menuju goa. Jalanan yang semakin menanjak dan melewati beberapa anak tangga cukup menguras tenaga kami, membuat kaki lumayan pegal dan tubuh berkeringat. Sekitar 15 menit kami berjalan, akhirnya kami sampai di mulut goa petruk yang menganga lebar.

Goa petruk adalah salah satu Goa terindah di Indonesia karena memiliki bentuk sedimen bebatuan yang mengagumkan. Di dalam goa petruk juga dijumpai sejumlah sungai atau sendang dan air terjun. Goa Petruk terletak di Dukuh Mondoyono, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen. Nama Petruk berasal dari nama salah satu tokoh Punakawan dalam kisah pewayangan yang memiliki hidung panjang. Menurut sejarahnya, dahulu dalam goa ini terdapat batu yang wujudnya menyerupai seperti hidung petruk, namun karena ulah Belanda yang saat itu melakukan penambangan fosfat, hidung petruk itu akhirnya putus dan kini sudah tidak kelihatan lagi. 

Salah satu ciri khas dari goa petruk ini adalah kealamiannya yang masih sangat terjaga. Berbeda dengan goa jatijajar yang sudah banyak tersentuh pembangunan, goa petruk ini justru dibiarkan tampak alami apa adanya. Sepanjang pengamatan kami, mungkin hanya pagar dan anak tangga bangunan yang ada, itu pun masih dekat dengan mulut goa. Bahkan suasana di dalam goa juga dibiarkan tanpa penerangan alias gelap gulita. Menurut seorang pakar Goa dari luar negeri, Goa Petruk ini merupakan Goa terindah di seantero Nusantara. Untuk itu, pakar Goa ini meminta kepada Pemda Kebumen agar Goa Petruk ini tetap dijaga kealamiannya. Bahkan, untuk diterangi dengan listrik, juga tak diperkenankan. Selain kealamiannya yang masih terjaga, goa petruk dengan kedalaman jelajah mencapai 2 km ini juga merupakan salah satu goa terdalam di dunia.

Masuk goa

Meskipun suasana dalam goa gelap gulita, di goa petruk ini tersedia jasa guide yang siap mengantarkan dan memandu kita menyusuri dalamnya goa. Setiap guide akan menyambut kita di depan mulut goa sambil membawa lampu petromaks untuk penerangan di dalam goa. Saat kami menyusuri goa, kami dipandu oleh seorang ibu sebagai guide kami. Untuk masuk kedalam goa, kami juga disarankan untuk memakai sandal jepit, karena sepanjang perjalanan kami juga akan melintasi lantai goa yang berupa aliran sungai. 

Bagian dalam Goa Petruk ini terdiri atas beberapa bagian. Setelah masuk dari pintu goa, di bagian ini kita akan disambut dengan bau kurang sedap dari kelelawar yang beterbangan di langit-langit goa. Semakin ke dalam, kita akan sampai ke bagian dalam goa yang disebut Goa Semar. Di dalam Goa ini kita akan disuguhi pemandangan indah dari bebatuan yang cukup mempesona. Batuan-batuan stalaktit dan stalagmit juga terlihat menyerupai berbagai bentuk dengan beragam keindahannya.

Indahnya dalam goa

Batuan-batuan di dalam Goa Petruk ini memiliki berbagai bentuk yang diberi nama sesuai bentuknya. Guide pemandu kami dengan sabar menjelaskan satu persatu nama-nama batu yang kami lewati. Ada dinding goa yang bentuknya menyerupai kalimah Allah, ada batu berbentuk buaya, batu usus, batu mayat, batu serigala, batu bapak jenggot, batu pesawat tempur, batu taman gajah, batu semar, dan masih banyak lagi lainnya. Di dalam goa ini juga banyak dijumpai sendang yang airnya konon memiliki khasiat tertentu, bahkan adakalanya dijadikan tempat ritual oleh orang-orang tertentu.

Indah batu

Perjalanan menyusuri goa petruk ini lumayan menantang dan memacu adrenalin. Lantai goa yang licin berbatu dan sesekali melewati aliran sungai membuat kami harus berhati-hati saat melangkah. Air yang selalu menetes dari langit-langit goa juga membuat baju kami basah kuyup. Namun perjuangan kami menjelajahi goa ini terbayarkan sudah dengan keindahan yang tersaji di dalam goa ini.

Kamar seven di goa petruk

Sebetulnya, jika kita hendak menyusuri goa petruk sampai jauh ke dalamnya, maka kita musti menggunakan peralatan susur goa yang lengkap. Karena kami kurang perlengkapan dan hari sudah semakin sore, maka kami tidak menyusuri goa ini sampai bagian ujung atau yang terdalam. Meskipun begitu, kami telah menyusuri cukup dalam dan cukup puas dengan penjelajahan goa petruk ini. Goa yang eksotis dan menakjubkan. 
Labels: Jelajah, Kebumen

Thanks for reading Menyusuri Goa Petruk, Kebumen. Please share...!

0 Komentar untuk "Menyusuri Goa Petruk, Kebumen"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.