Optimis, Dinamis, dan Berpikir Kritis Bagi Seorang Muslim


Di zaman milenial dan serba modern ini, siapa pun mesti bisa beradaptasi atau menyesuaikan dirinya agar tidak ketinggalan informasi dan segala hal yang terjadi pada masa kini. 

Tidak terkecuali bagi umat Muslim, kita juga tidak boleh ketinggalan zaman jika ingin maju dan mampu bersaing, atau bahkan mengungguli umat lainnya dalam segi menebarkan hal-hal positif bagi keberlangsungan hidup di bumi ini. Kita mesti bangkit agar hidup menjadi lebih bermakna dan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Memang sebagai Muslim kita mesti punya pegangan kuat agar tidak ikut terbawa segala hal berbau negatif penggoda iman. Namun selain harus punya prinsip, agar kita mampu mengimbangi atau bahkan mengungguli umat lainnya kita juga harus memiliki pola pikir atau sikap-sikap berkemajuan untuk ikut menyongsong sengitnya persaingan di era percepatan ini. Sikap-sikap tersebut di antaranya yaitu optimis, dinamis, dan berpikiran kritis. 

1. Optimis

Apakah optimis itu?. Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa maksud dari optimis adalah orang yang selalu berpengharapan (berpandangan), baik dalam menghadapi segala hal atau persoalan. 

Sebagai contoh misalnya seorang siswa hendak mengikuti ujian Penerimaan Mahasiswa Baru, maka dengan segala usaha maksimal yang telah dia lakukan, dia juga mesti punya pengharapan (optimis) akan lulus dan diterima di Perguruan Tinggi yang ia pilih.

Muslim optimis
via shutterstock

Sebagai salah satu sifat terpuji, seorang Muslim haruslah memiliki sifat optimis ini. Seorang Muslimin dan Muslimat yang optimis akan selalu berprasangka baik terhadap Allah, sehingga ia akan selalu berusaha agar kualitas hidupnya meningkat dan bermanfaat bagi orang lain. 

Kebalikan dari sifat optimis adalah sifat pesimis. Sifat pesimis ini seharusnya dijauhi, karena termasuk ke dalam sifat tercela. Seseorang yang pesimis dapat diartikan berprasangka buruk terhadap Allah. Dalam hidupnya kemungkinan besar ia tidak akan memperoleh kemajuan. Seseorang yang pesimis biasanya selalu khawatir akan memperoleh kegagalan, kekalahan, kerugian, atau bencana, sehingga ia tidak mau berusaha untuk mencobanya.

Seorang Muslim yang bersifat optimis hendaknya bertawakkal kepada Allah SWT yaitu berusaha sekuat tenaga untuk meraih apa yang dicita-citakannya, sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah SWT. Orang yang tawakkal tentu akan memperoleh pertolongan dari Allah SWT. Firman Allah: "Dan Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya" (QS. Ath Thalaq, 3).

2. Dinamis

Kata dinamis berasal dari bahasa Belanda "dynamisch" artinya giat bekerja, tidak mau tinggal diam, selalu bergerak, dan terus tumbuh. 

Seseorang yang berjiwa dinamis tentu selama hidupnya tidak akan diam berpangku tangan. Dia akan terus berusaha secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas dirinya ke arah lebih baik dan lebih maju. Misalnya seorang petani agar hasil pertaniannya meningkat tentu akan berusaha semaksimal mungkin merawat dan menjaga tanamannya agar meraih hasil panen seperti yang diinginkan.

Muslim dinamis
via pixabay

Sikap perilaku dinamis seperti tersebut sebenarnya sesuai dengan fitrah (pembawaan) manusia, yang memiliki kecenderungan untuk meningkat ke arah yang lebih baik. 

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa amal usahanya lebih baik dari hari kemarin maka orang itu termasuk beruntung, dan jika amal usahanya sama dengan kemarin, maka ia termasuk merugi, dan jika amal usahanya lebih buruk dari hari kemarin, maka orang itu termasuk yang tercela". (HR. At- Thabrani) 

Kebalikan dari sifat dinamis adalah sifat statis. Sifat statis harus dijauhi oleh setiap Muslim karena termasuk akhlak tercela yang dapat menghambat kemajuan dan mendatangkan kerugian. Seorang pelajar yang berperilaku statis biasanya akan malas belajar dan tidak bergairah untuk menuntut ilmu lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pelajar tersebut kualitas ilmunya tidak meningkat, sehingga ia tergolong orang merugi dan nantinya akan menyesal di kemudian hari. 

3. Berpikir Kritis

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa berpikir kritis artinya tajam dalam penganalisaan, bersifat tidak lekas percaya, dan sifat selalu berusaha menemukan kesalahan, kekeliruan, atau kekurangan, untuk segera diperbaiki. Orang yang ahli memberi kritik atau memberikan pertimbangan apakah sesuatu itu benar atau salah, tepat atau keliru, sudah lengkap atau masih kurang disebut seorang kritikus.

Ibarat pisau bermata dua, sikap mengkritik dapat dikategorikan sebagai sifat terpuji atau juga sifat tercela tergantung orangnya. 

Pertama, kritik yang termasuk akhlak terpuji yaitu kritik yang sehat, didasari dengan niat ikhlas karena Allah, tidak menggunakan kata-kata pedas yang menyakitkan hati, dan dengan maksud untuk memberikan pertolongan kepada orang yang dikritik agar menyadari kesalahan, kekeliruan, dan kekurangannya, disertai dengan memberikan petunjuk tentang jalan keluar dari kesalahan, kekeliruan, dan kekurangannya tersebut. 

Rasulullah SAW bersabda, "Yang dinamakan orang Muslim adalah orang yang menyelamatkan orang-orang Muslim lainnya dari gangguan lidah dan tangannya". (HR. Al Bukhari)

Kedua, kritik yang termasuk akhlak tercela yaitu kritik yang merusak, tidak didasari niat ikhlas karena Allah, dengan menggunakan kata-kata keji dan menyakitkan hati serta tidak memberi petunjuk tentang jalan keluar dari kesalahan, kekeliruan, dan kekurangan. Kritik semacam ini termasuk akhlak tercela karena dapat merusak hubungan antara yang mengkritik dan dikritik, sehingga antara mereka bisa saling bermusuhan dan saling mendengki, dimana hal itu sangat dilarang oleh Allah SWT.

Itulah sekilas mengenai sikap seorang Muslim dewasa ini agar selalu optimis, dinamis, dan berpikir kritis dalam menyongsong era modern ini. Demikian. Semoga bermanfaat. 

Labels: Horizon

Thanks for reading Optimis, Dinamis, dan Berpikir Kritis Bagi Seorang Muslim. Please share...!

0 Komentar untuk "Optimis, Dinamis, dan Berpikir Kritis Bagi Seorang Muslim"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.