Wisata Religi/ Ziarah Makam Para Wali (Auliya) di Kabupaten Kendal

Bagi warga Nahdhiyyin, berziarah ke makam leluhur atau makam para Wali dan Ulama sudah menjadi tradisi dari generasi ke generasi yang masih dilestarikan hingga kini. Selain bertujuan ingat kematian dan mendoakan orang yang diziarahi, berziarah juga dapat digunakan untuk mengenang teladan dan mengikuti amal sosok yang dimakamkan tersebut. Maka tidak heran jika di beberapa tempat, makam-makam tokoh wali atau Ulama ramai akan kunjungan para peziarah. 

makam wali Gembyang
makam Wali Gembyang via laduni.id

Bagi anda yang sedang mencari referensi tentang makam-makam para Wali di Kabupaten Kendal, berikut informasinya untuk anda. 

1. Wali Gembyang


Makam Wali Gembyang berada di pusat Kota Kendal, tepatnya di Kelurahan Patukangan Kota Kendal. Wali Gembyang adalah salah seorang Ulama penyebar agama Islam dan juga salah satu tokoh yang memperjuangkan berdirinya kota Kendal. Nama arab beliau adalah Hamzah. Sebelum berdakwah di Jawa, beliau juga pernah berdakwah di Tiongkok dan dikenal dengan nama Han Byang, yang akhirnya oleh orang jawa kemudian dipanggil Gembyang. Beliau diperkirakan hidup pada masa Adipati Bahurekso (Bupati Kendal pertama) sekitar tahun 1628 M, sehingga termasuk sosok yang dituakan di kabupaten ini. 

2. Kompleks Makam Bukit Jabal Nur Kaliwungu


Berlokasi di desa Protomulyo kecamatan Kaliwungu Selatan, di komplek makam Jabal Nur Kaliwungu ini banyak terdapat makam Ulama Kaliwungu. Salah satu di antaranya yaitu makam Kyai Asy'ari atau juga dikenal dengan nama Kyai Guru, salah seorang Ulama penyebar agama Islam di Kaliwungu dan sekitarnya. Beliau juga merupakan pendiri Masjid Agung Al Muttaqin Kaliwungu pada tahun 1653 M. Selain makam Kyai Guru, di kompleks makam ini juga terdapat makam kesohor Kendal lainnya di antaranya yaitu Sunan Katong, Pangeran Mandurorejo (Bupati Pekalongan Pertama), Kyai Mustofa, Kyai Musyafa' dan lain sebagainya. 

3. Makam Wali Joko, Wali Syudjak, dan Wali Hadi


Makam ketiga tokoh ini berlokasi di area Masjid Agung Kendal, di Jalan Raya Barat (depan pusat perkantoran pemerintahan) Kendal. Wali Joko atau Raden Suweryo adalah seorang penyebar agama Islam dan pendiri Masjid Agung Kendal pada tahun 1210 H. Beliau yang semasa muda dikenal dengan nama Pangeran Panggung ini masih memiliki hubungan darah dengan Raden Patah, Sultan pertama Demak. Selain makam Wali Joko yang berada di depan sebelah selatan Masjid Agung, di belakang masjid ini juga terdapat dua makam ulama lainnya yaitu makam Kiai Abu Syudjak (penghulu Masjid Agung era 1800 an) dan makam Wali Hadi yang meninggal pada 1930.

4. Sunan Bromo Boja


Makam tokoh ini terletak di desa Bebengan kecamatan Boja. Sunan Bromo adalah salah seorang penyebar agama Islam asal Cirebon yang ditugasi oleh Wali Songo untuk mengislamkan daerah Banyubiru dan sekitarnya. Setelahnya, beliau juga kemudian membuat padepokan di Bebengan yang menjadi cikal bakal bubak alas Desa Bebengan. Setelah wafat, beliau dimakamkan di desa Bebengan ini dan meninggalkan beberapa peninggalan benda pusaka yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik oleh Juru Kunci Makam. Makam Sunan Bromo ramai dikunjungi para peziarah bahkan dari luar daerah, terutama pada malam Jum’at kliwon. 

5. Pangeran Benowo


Makam Pangeran Benowo atau Sunan Abinawa ini berada di kompleks makam Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon. Pangeran Benowo adalah seorang putra mahkota dari Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Pangeran Benowo menjadi raja Pajang cuma sebentar dan menyerahkan kekuasaannya kepada kakak angkatnya, Panembahan Senopati, Sang pendiri Mataram. Meninggalkan keraton, Pangeran Benowo sempat pergi ke Sedayu Jawa Timur hingga kemudian menuju ke arah Barat dan sampai di hutan Kukulan daerah Kendal bersama para pengiringnya. Beliau juga kemudian mendirikan Masjid Jami Sunan Abinawa yang kini menjadi salah satu masjid tertua di Kendal. 

6. Tumenggung Rajekwesi (Ki Gede Kemangi)


Tumenggung Rajekwesi adalah salah seorang Tumenggung dari Kerajaan Mataram yang ikut membantu Tumenggung Bahurekso (Bupati Kendal pertama) saat menyerang para penjajah Belanda di Batavia. Tumenggung Rajekwesi atau Ki Gede Kemangi juga dikenal memiliki kebatinan dan ilmu kanuragan yang tinggi sehingga beliau diberi amanah oleh Tumenggung Bahurekso untuk menjadi Panglima Perang Mataram dalam menyusun strategi penyerangan ke Batavia. Meski makam Tumenggung Bahurekso diyakini berada di Tegal, makam Tumenggung Rajekwesi diyakini berada di desa Jungsemi kecamatan Kangkung. 

7. Makam Kuno di Kumpulrejo, Patebon


Beberapa waktu lalu sempat geger ditemukannya makam kuno di areal kebun pisang di desa Kumpulrejo kecamatan Patebon. Menurut KH. Rosyidi, Ulama Kendal yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilussalam desa Lebosari Kecamatan Kangkung, makam bernisan batu karang yang berlokasi di desa Kumpulrejo ini adalah milik seorang tokoh terhormat bernama Syech Kholifatullah atau dengan sebutan Wali Kholifah. Beliau adalah seorang murid dari Syech Jumadil Qubro, penyebar agama Islam pertama di jawa yang makamnya di Trowulan Mojokerto, Jawa Timur. Masa hidup beliau kemungkinan lebih dahulu dari para Wali yang ada di Kabupaten Kendal. 

Itulah beberapa di antara makam para Wali (Auliya) di Kendal yang bisa anda jadikan referensi untuk berziarah atau wisata religi di Kabupaten Kendal. Semoga bermanfaat. 

* Jika anda punya informasi lain, silahkan bisa anda tambahkan pada kolom komentar di bawah ini.

Labels: Jelajah

Thanks for reading Wisata Religi/ Ziarah Makam Para Wali (Auliya) di Kabupaten Kendal. Please share...!

0 Komentar untuk "Wisata Religi/ Ziarah Makam Para Wali (Auliya) di Kabupaten Kendal"

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan. Maaf, Komentar berisi Link Aktif, Promosi Produk Tertentu, J*di, P*rn*, Komentar berbau SARA dan Permusuhan, tidak akan dipublish.