Legenda Ajisaka, Tahun Saka, dan Asal Mula Aksara Jawa (Hanacaraka)

Legenda Ajisaka, Tahun Saka, dan Asal Mula Aksara Jawa (Hanacaraka)


Aksara Jawa (hanacaraka) merupakan salah satu warisan budaya yang mengandung filosofi, simbol dan kaya akan nilai-nilai luhur dari peradaban masa lalu negeri ini. Namun sayangnya di zaman modern ini, penggunaannya hanya simbolis digunakan untuk melestarikan keberadaannya saja. Itu pun dalam lingkup kecil, seperti di bangku-bangku sekolahan atau lembaga-lembaga kedaerahan tertentu. 

Padahal sebagai jatidiri atau identitas asli negeri ini, mestinya aksara Jawa atau Carakan ini dapat bersanding dengan aksara-aksara dari negara lain seperti aksara Arab, China, Thailand, Jepang, dan lain-lain. 

Legenda Ajisaka

Sebagai orang Jawa, pernahkah terbesit dalam benak anda sejak kapan aksara tersebut mulai digunakan?. 

Legenda Ajisaka


Kalangan sejarawan ada yang berpendapat bahwa penggunaan abjad (aksara) di Jawa sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 78 M. Hal ini ditandai dengan datangnya salah satu tokoh legendaris tanah Jawa yang bernama Ajisaka. Beberapa literatur menyebutkan bahwa Ajisaka berasal dari Bumi Majeti, sebuah negeri antah-berantah mitologis. Legenda ini juga melambangkan akan kedatangan Dharma (ajaran dan peradaban Hindu-Buddha) ke pulau Jawa pada masa itu. 

Ada yang menafsirkan bahwa Ajisaka berasal dari Jambudwipa (India) dari suku Shaka (Scythia), karena itulah ia bernama Ajisaka (Raja Shaka). Namun ada juga beberapa kalangan sejarawan yang menghubungkan nama Ajisaka dengan nama Prabu Iwaksa dari kerajaan Surati di India. Ajisaka yang saat itu kalah dalam perang kemudian terusir dari negerinya dan akhirnya sampai di tanah Jawa. 

Tahun Saka


Di tanah Jawa, Ajisaka kemudian menyebarkan perhitungan tarikh (kalender) yang dinamakan tahun Saka. Tahun Saka adalah penanggalan lunisolar (suryacandra) yang menggunakan fase bulan sebagai acuan utama namun juga menambahkan pergantian musim di dalam perhitungan tiap tahunnya.

Perhitungan tahun Saka dimulai sejak kedatangan Ajisaka yaitu tahun 1 Saka yang bertepatan dengan tahun 78 Masehi. Selain memperkenalkan tahun Saka, Ajisaka juga menyebarkan pengetahuan membaca dan menulis sebagai dasar pengembangan kebudayaan. Memang pada periode itu belum ditemukan peninggalan tertulis berdasarkan bukti sejarah yang ada. Prasasti tertua yang menggunakan huruf Jawa Kuno adalah prasasti Dinoyo dari kerajaan Kanjuruhan (Malang) berasal dari tahun 682 Saka atau tahun 760 Masehi. 

Meski begitu, beberapa ahli memiliki kesimpulan yang hampir sama, bahwa legenda Ajisaka ini memiliki hubungan dengan penggunaan Kalender Saka yang digunakan di Jawa sebelum diperkenalkannya Kalender Islam dan Kalender Jawa oleh Sultan Agung pada tahun 1633 M. 

Selain penggunaan Kalender Saka, datangnya Ajisaka ke tanah Jawa juga dikaitkan dengan diperkenalkannya aksara Jawa hingga kemudian menjadi salah satu aksara tradisional Nusantara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan sejumlah bahasa daerah lainnya seperti bahasa Sunda dan bahasa Madura. 

Kisah Terciptanya Aksara Jawa


Adapun mengenai asal mula terciptanya aksara Jawa, berikut kisahnya:

Ajisaka merupakan nama samaran dari Empu Sengkala, seorang pemuda Hindustan yang datang ke tanah Jawa untuk menyelamatkan rakyat Jawa (Medang Kamulan) dari kekejaman rajanya, Dewata Cengkar, yang memiliki kebiasaan memakan daging manusia. Dengan kecerdikan dan kesaktiannya, Ajisaka pun berhasil mengalahkan Dewata Cengkar. Atas jasanya itu, ia kemudian dinobatkan sebagai Raja di Medang Kamulan. 

Ajisaka memiliki dua orang pengawal setia bernama Dora dan Sembada. Keduanya kakak beradik namun memiliki tabiat berbeda. Sembada memiliki sifat jujur, sedangkan Dora memiliki sifat sering berbohong. Sebelum pergi menolong rakyat Medang Kamulan, Ajisaka meninggalkan keris pusaka di pertapaannya dan menyuruh Sembada untuk menungguinya. Ajisaka berpesan bahwa tidak ada satupun orang yang boleh mengambil keris itu kecuali dirinya.

Setelah menjadi Raja Medang Kamulan, Ajisaka mengutus Dora yang bersamanya untuk mengambil keris yang ditinggal di padepokannya, sambil berpesan agar jangan kembali kepadanya tanpa membawa keris tersebut. Mengingat pesan gurunya, Sembada menolak memberikan keris itu kepada Dora walaupun ia telah mengatakan bahwa ia disuruh gurunya. Keduanya bersitegang dan berakhir dengan pertarungan.

Dora sembada

Karena keduanya memiliki kesaktian yang hampir sama, maka keduanya sama-sama mati terbunuh dalam perkelahian itu. Ajisaka yang kemudian menyusul menemukan mayat kedua pengawalnya itu. Di depan mayat kedua murid sekaligus pengawalnya itu, Ajisaka mengucapkan, "hana caraka, data sawala, padha jayanya, maga bathanga", yang artinya abdi-abdi yang setia, terlibat dalam perkelahian, sama-sama kuatnya, telah menemui ajalnya. Ucapan Ajisaka itu kemudian dikenal sebagai deretan huruf Jawa.

Aksara jawa

Selengkapnya
15 Tembang (Lagu) Dolanan Jawa Serta Liriknya

15 Tembang (Lagu) Dolanan Jawa Serta Liriknya


Mungkin anak-anak Jawa kekinian kurang begitu tahu akan tembang-tembang dolanan Jawa yang dulu biasa dinyanyikan saat bulan purnama. Meski liriknya ringan atau kadang cukup singkat, namun di dalamnya terkandung makna dan falsafah luhur dalam hidup. Ada yang mengatakan bahwa beberapa dari tembang-tembang dolanan ini dahulunya diciptakan oleh para Wali sebagai sarana dakwah sehingga tidak heran jika di dalamnya banyak berisi ajaran tentang pendidikan dan budi pekerti, sebagai bekal hidup antara sesama manusia dan manusia kepada Tuhannya. 

Anak lagi dolanan

Tembang Dolanan yaitu tembang (lagu) untuk anak-anak yang bertujuan menghibur hati agar senang dan terlipur hatinya, supaya berimbang antara kebutuhan lahir dan batinnya. Tembang dolanan biasa dinyanyikan sendiri atau berkelompok sambil bermain dengan diiringi suara gamelan. Karena mudah dipelajari dan nada yang menyenangkan, menyanyikan tembang dolanan juga dapat meningkatkan kreatifitas dan daya fikir anak, bahkan dapat pula meningkatkan imajinasi dan kesehatan mereka. 

Berikut ini kami sajikan beberapa tembang dolanan Jawa populer beserta liriknya untuk anda. Semoga bermanfaat. 

1. Sluku-Sluku Bathok


Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.

2. Lir Ilir


Lir-ilir lir-ilir tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo taksengguh temanten anyar
Bocah angon-bocah angon penekna blimbing kui
Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodotiro
Dodotira-dodotira kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana jlumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Ya soraka sorak hore

3. Suwe Ora Jamu


Suwe ora Jamu
Jamu godhong tela
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan
Gawe gela

Suwe ora jamu
Jamu godhong lumbu
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan tambah ayu

Suwe ora jamu
Jamu godhong meniran
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan ngajak dolanan

Suwe ora jamu
Jamu kunir asem
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan mesam mesem

Suwe ora jamu
Jamu kembang turi
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan karo suri

4. Jamuran


Jamuran ya ge-ge thok,
Jamur apa ya ge-ge thok
Jamur gajih mberjijih sak ara-ara,
Sira bage jamur apa?

Jamur apa?
Jamur gagak
Gaok gaok gaok
gaok gaok
Jamuran ya ge-ge thok
Jamur apa ya ge-ge thok
Jamur gajih mberjijih sak
ara-ara sira bage jamur apa?
Jamur apa?
Jamur kethek menek
Uwite ra ana kethek
Kethek menek Kethek menek
Kethek menek Kethek menek
Kethek menek Kethek menek
Kethek menek Kethek menek

5. Cublak-Cublak Suweng


Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak empo lera-lere
Sapa ngguyu ndhelikake
Sir-sir pong dhele gosong
Sir-sir pong dhele gosong

6. Menthok-Menthok


Menthok-menthok tak kandhani
Mung lakumu angisin-isini
Mbokya aja ngetok
Ana kandhang wae
Enak-enak ngorok
Ora nyambut gawe
Menthok-menthok mung lakumu
Megal-megol gawe guyu

7. Gundul - Gundul Pacul


Gundul-gundul pacul-cul gelelengan..
Nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan..
Wakul glimpang segane dadi saratan..
Wakul glimpang segane dadi saratan..

Ono bocah gundul ndul
Lungo menyang sawah
Nyunggi nyunggi wakul kul
Karo gemblelengan
Mlaku neng tengah ndalan
Ora wedi bebayan
Wakule ngglimpang
Dadi sak latar
Ojo nangis ndul
Mundhak tambah gundhul
Ojo nangis ndul
Mundhak tambah gundul

8. Dhondhong Apa Salak


Dhondhong apa salak
Dhuku cilik-cilik
Andhong apa mbecak
Mlaku dimik-dimik
Atik ndherek Ibu tindak menyang pasar
Ora pareng rewel ora pareng nakal
Ibu mengko mesthi mundhut oleh-oleh
Kacang karo roti Atik dhiparingi
Dhondhong apa salak, dhuku cilik-cilik
Gendhong apa pundhak aja ngithik-ithik

Anak main jaranan
via satujam.com

9. Jaranan


Jaranan jaranan jarane jaran teji
Sing numpak ndara bei
Sing ngiring para mantri
Jeg jeg nong jeg jeg gung
Prok prok turut lurung
Gedebug krincing gedebug krincing
Prok prok gedebug jedher

Jaranan jaranan jarane jaran kepang
Sing nunggang klambi abang
Mlakune ndut endutan
Jeg jeg nong jeg jeg gung
Jarane mlebu neng lurung
Gedubug krincing
Gedubug krincing
Prok prok gedebug jedher

Jaranan jaranan jarane jaran kori
Ora ono kendhaline
Jarane mlayu dhewe
Jeg jeg nong
Jeg jeg gung
Jarane mlebu neng lurung
Gedebuk krincing
Gedebuk krincing
Prok prok gedebug jedher

10. Kodhok Ngorek


Kodhok ngorek kodhok ngorek
Ngorek pinggir kali
Theyot teblung theyot teblung
Theyot theyot teblung
Bocah pinter bocah pinter mbesuk dadi dokter
Numpak Opo Numpak Opo
Numpak Kapal Mabur
Bocah bodho bocah bodho
Njaluk Dijamoni
Jamu Opo Jamu Opo
Temulawak Pait

11. Pitik Tukung - Pitik Cilik


Aku duwe pitik, pitik tukung
saben dina, tak pakani jagung
petok gogok petok petok ngendhog siji
tak teteske, kabeh trondhol dhol dhol
tanpa wulu, megal-megol gol gol gawe guyu

Aku duwe pitik cilik, wulune brintik
Cucuk kuning, jengger abang, tarung mesti menang
Sapa wani karo aku, mungsuh pitikku

Aku duwe pitik tukung, buntute buntung
Saben dina mangan jagung, mesti wani tarung
Sapa wani karo aku, mungsuh pitikku

Aku duwe pitik brondol, wulune brodhol
Mung mlakune megal megol, tarung mesti nothol
Sapa wani karo aku, mungsuh pitikku

12. Kidang Talun


Kidang Talun
mangan kacang talun
mil kethemil mil kethemil
si kidang mangan lembayung

Tikus pithi
duwe anak siji
cicit cuit cicit cuit
maju perang wani mati

Kidang Talun
mangan kacang talun
mil kethemil mil kethemil
si kidang mangan lembayung

Gajah belang
suko tanah mlembang
nuk legenuk nuk legenuk
gedhene meh podho gunung

13. Siji Loro Telu


Siji loro telu,
Astane sedheku,
Mirengake bu guru
Menawa didangu..

Papat nuli lima..
Lenggahe sing tata,
Ojo podho sembronoo,
Mundhak ora bisa

14. Si Ibu


Ibu nangdi lawange dikunci
Cendhelane padha ditutupi
Iki wis wayahe jam siji
Wis wayahe wetengku diisi
Kabeh yen tak takoni
Mesthi mangsuli ora weruh
Kabeh yen tak takoni
Mesthi mangsuli ora weruh

15. Padhang Bulan


Yo prakanca dolanan ing njaba
Padhang mbulan padhange kaya rina
Rembulane ngawe-awe
Ngelingake aja turu sore-sore

Selengkapnya
Ramadhan dalam Kacamata Biologi (Energi Saat Berpuasa)

Ramadhan dalam Kacamata Biologi (Energi Saat Berpuasa)


Di tengah masih mewabahnya pandemi Corona ini, sambutan akan hadirnya bulan suci Ramadhan kali ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Situasi yang mengharuskan kita untuk menjalankan social distancing ini memang mengurangi gegap gempita dalam menyambut Ramadhan kali ini. 

Demi terputusnya wabah ini, masyarakat juga dihimbau untuk tetap berdiam diri di rumah, termasuk dalam beribadah. Meski begitu, spirit dalam menyongsong ibadah puasa di bulan Ramadhan ini mesti tetap kita gelorakan agar kita benar-benar dapat menjalankan esensinya.

Kerja saat puasa
via blog.unitedtronik.co.id

Sebagian orang mungkin menjadikan puasa Ramadhan sebagai dalih untuk bermalas-malasan sehingga hal ini berdampak pada berkurangnya kualitas dan kuantitas pekerjaan. Mindset yang seperti ini sebetulnya tidaklah tepat sehingga mesti diubah. 

Memang saat kita berpuasa, secara lahir tidak ada asupan makromolekul dan mikromolekul yang masuk ke dalam rongga lambung (ventriculus) selama kurang lebih 14 jam. Akibatnya, tidak adanya energi yang masuk membuat kita menjadi lemas, lesu, dan tampak tidak bergairah saat berpuasa.

Namun jika dilihat dari aspek biologis-fisiologis, kenyataannya malah bukan seperti itu. Sebaliknya, saat orang berpuasa, sebenarnya energi masih terproduksi dari cadangan makanan yang ada, sehingga pada dasarnya kita masih bisa beraktifitas normal seperti biasanya. 

Sebagaimana diketahui, manusia memang memperoleh energi dari makanan dan minuman. Namun tidak banyak orang tahu bahwa dalam makanan yang kita konsumsi tersebut terkandung makromolekul (karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat) dan mikromolekul yang berperan penting saat kita sedang menjalankan puasa. 

Cadangan Energi Saat Berpuasa


Dalam kacamata biologi, makromolekul berperan sebagai sumber energi utama untuk pertumbuhan, perkembangan, hormon, dan regenerasi sel dalam tubuh. Sedangkan mikromolekul umumnya sebagai pemercepat reaksi tubuh (enzim), misal sebagai kofaktor (Cu2+, Mg2+, K+, Fe2+, dan Na+) atau koenzim misal Vitamin B. Dari empat makromolekul di atas semua dapat dikonversi menjadi glukosa melalui perubahan piruvat (glukoneogenesis). 

Glukosa inilah yang akan dijadikan bahan baku utama dalam proses katabolisme (perombakan) menjadi energi siap pakai atau disebut Adenosin Tri Pospat (ATP). Pembentukan ATP sendiri melalui tiga proses sekaligus yakni glikolisis, siklus krebs, dan transportasi elektron. Setiap proses perombakan (katabolisme) 1 glukosa akan menghasilkan 38 ATP. Dalam kondisi energi tubuh sudah tercukupi, maka glukosa akan diubah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati dan otot. 

Sebaliknya jika tubuh kekurangan energi (saat berpuasa), maka glikogen akan diubah kembali menjadi glukosa. Glukosa ini kemudian akan dipecah menjadi ATP untuk energi tubuh. Sedangkan kelebihan lemak akan disimpan dalam bentuk trigliserida atau cadangan energi jangka panjang jika sel tubuh tidak membutuhkan. 

Ketika kita banyak melakukan aktivitas saat sedang berpuasa, trigliserida yang tersimpan ini dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak bebas (free fatty acid/FFA) untuk kemudian menghasilkan energi. Proses pemecahan trigliserida ini menjadi asam lemak dan gliserol disebut lipolisis.
Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa meski saat puasa perut dalam keadaan kosong, akan tetapi Allah telah menciptakan mekanisme yang apik sehingga hak-hak sel tubuh untuk melakukan aktivitas selama puasa tetap terpenuhi melalui proses perombakan glikogen dan trigliserida. 

Bahkan jika cadangan jenis lemak (trigliserida) terurai sempurna karena aktivitas harian yang padat, maka penumpukan lemak jadi berkurang. Implikasi yang bisa dirasakan adalah peredaran darah menjadi lancar, sehingga puasa dapat dijadikan sarana dalam membangun pola hidup sehat. Hal ini senada dengan Sabda Rasul: 

"Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat" (Diriwayatkan oleh Adi dan Thabrani dalam Mu'jam Al Ausath). 

Meskipun dengan berpuasa ketercukupan energi tetap terjamin karena adanya glikogen dan trigliserida, tetapi makan sahur sebaiknya tetap diprioritaskan, bukan malah ditinggalkan. Makan sahur di sini bisa dimaknai dalam konteks keberkahan sebagaimana dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Makan sahurlah, karena sesungguhnya makan sahur itu mengandung berkah" (menguatkan badan dan menahan lapar karena puasa)". 

Demikianlah sedikit penjabaran mengenai puasa ramadhan dalam kacamata biologi. Mungkin kita tidak terlalu memahami akan penjabaran istilah-istilah di atas, namun intinya kita jadi tahu bahwa sekarang kita tidak perlu takut lagi menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas positif selama bulan suci Ramadhan. 

Tadarus Al Qur'an
via detik.com

Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Tetaplah semangat dalam beraktifitas, dan sedapat mungkin di bulan spesial ini kita maksimalkan waktu yang ada untuk memperbanyak ibadah baik ibadah mahdlah maupun ghairu mahdlah. Harapannya, tentu saja selesai Ramadhan kita mendapatkan gelar Muttaqiin. Amiin. 

Artikel di atas bersumber dari tulisan Muhammad Jalil MPd, dosen Biologi STAIN (sekarang IAIN) Kudus, yang dikutip dari Suara Merdeka 8 Juni 2016.

Selengkapnya
Kisah Abu Dujanah, Pohon Kurma dan Pria Munafik

Kisah Abu Dujanah, Pohon Kurma dan Pria Munafik


Godaan duniawi memang sering kali membuat sebagian orang gelap mata dalam mempertahankan kekayaan yang dimilikinya. Tidak jarang, antar tetangga saling bertikai karena memperebutkan sesuatu yang masing-masing merasa menjadi haknya. 

Sebagai seorang Muslim, penting bagi kita untuk senantiasa mematuhi akan perintah agama, salah satunya yaitu dengan tidak mengambil apa yang bukan menjadi milik kita, karena itu haram hukumnya. 

Pohon kurma

Beberapa waktu lalu, saya mendengarkan sebuah kisah menarik dari pengajian yang diputar di salah satu stasiun radio di kota saya. Kisah ini menceritakan tentang salah seorang sahabat Nabi yang selalu buru-buru pergi setiap usai menjalankan shalat shubuh berjamaah bersama Nabi. 

Setelah ditelusuri, ternyata ada alasan mengapa ia melakukan itu. Seperti apa kisahnya?. Berikut kami sajikan untuk anda. 

Di zaman Rasulullah SAW, tersebutlah salah seorang sahabat Nabi bernama Abu Dujanah. Dia adalah seorang Muslim yang taat kepada agamanya, serta selalu menyertai Nabi kala berjihad di jalan Allah. 

Suatu ketika, didapati bahwa setiap usai menjalankan shalat shubuh berjamaah bersama Nabi, Abu Dujanah selalu terburu-buru pulang ke rumahnya tanpa menunggu Rasulullah SAW selesai memanjatkan doanya. Hal ini terjadi beberapa kali hingga menimbulkan tanda tanya di kalangan para sahabat. 

Pada suatu waktu, Rasulullah SAW akhirnya berkesempatan untuk menanyakan langsung kepada Abu Dujanah perihal tindakannya tersebut:

"Apakah engkau tidak punya permintaan yang perlu engkau sampaikan kepada Allah sehingga engkau tidak pernah menungguku hingga selesai berdoa?. Kenapa engkau buru-buru pulang seperti itu? Ada apa gerangan?", tanya Rasulullah kepada Abu Dujanah. 

"Anu Rasulullah, saya punya satu alasan", jawab Abu Dujanah. 

"Apa alasanmu? Coba kau jelaskan!” pinta Rasulullah SAW. Abu Dujanah kemudian menjelaskan:

"Begini Ya Rasul, kebetulan rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki tetangga kami. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini berdiri menjulang sebuah pohon kurma yang dahannya menjuntai hingga ke rumah kami. Setiap kali angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut berjatuhan dan mendarat di rumah kami", 

"Ya Rasul, keluarga kami bukanlah orang berada. Anakku kurang makan bahkan sering kelaparan. Saat mereka bangun, apa pun yang mereka dapat itulah mereka makan. Oleh karenanya, saya bergegas langsung pulang setiap usai shalat sebelum anak-anak kami terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami yang berceceran di depan rumah kami dan kemudian kami serahkan kepada pemiliknya".

Buah kurma

"Suatu waktu, saya agak terlambat pulang sehingga salah seorang anakku sudah terlanjur makan kurma hasil temuannya. Saya bahkan menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri anakku sedang mengunyah kurma basah yang ia pungut dari kurma milik tetangga kami yang jatuh di depan rumah kami semalam". 

"Melihat hal itu, saya kemudian memasukkan jari-jari tanganku ke dalam mulut anakku untuk mengeluarkan kurma yang sudah ia makan. Saya katakan kepadanya, "Nak, janganlah engkau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak". 

Anakku pun menangis. Tampak air mengalir dari kedua pasang kelopak matanya sembari menahan rasa lapar yang kian sangat".

"Saya katakan juga kepada anakku itu, 'Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram di dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu akan kukeluarkan dan akan kukembalikan bersama kurma-kurma lainnya kepada pemiliknya". 

Mendengar cerita Abu Dujanah, pandangan mata Rasulullah SAW pun berkaca-kaca. Tampak butiran air mata mulianya berderai begitu derasnya.

Rasulullah SAW kemudian mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma sebagaimana diceritakan oleh Abu Dujanah. Ternyata diketahui bahwa pemilik pohon kurma tersebut adalah seorang laki-laki munafik tetangga Abu Dujanah. 

Baginda Rasul pun kemudian mengundang pemilik pohon kurma tersebut dan berkata kepadanya:

"Bisakah tidak jika aku meminta engkau untuk menjual pohon kurma yang kau miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru, disirami dengan emas merah, dan tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada", Demikian tawar Rasulullah, maksudnya adalah balasan di surga kelak. 

Lelaki yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, "Saya tidak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya juga tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan". 

Di tengah usaha tawar-menawar ini, tiba-tiba datanglah Abu Bakar as-Shiddiq RA dan kemudian berkata kepada Sang pria munafik, "Baiklah kalau begitu, aku beli pohon kurmamu itu dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya)". 

"Oke, ya sudah, aku jual pohon kurma itu kepada anda", kata Sang pria munafik dengan girangnya. Abu Bakar pun menyahut, "Bagus, aku beli pohon kurma itu". 

Setelah sepakat, Abu Bakar pun menyerahkan pohon kurma yang baru dibelinya tersebut kepada Abu Dujanah seketika. Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu". Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar gembira bukan main. Begitu pula dengan Abu Dujanah. 

Waktu pun berlalu, sang pria munafik pulang dan menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada istrinya. Dengan bangganya ia berkata, "Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun". 

Malam harinya, saat si munafik tidur dan bangun di pagi harinya, atas kuasa Allah pohon kurma yang tadinya masih berada di pekarangan rumahnya tiba-tiba telah berpindah posisi menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Bahkan seolah-olah tak sekalipun tampak kalau pohon tersebut pernah tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu pun tumbuh rata dengan tanah. Si pria munafik dibuat keheranan tiada tara. Apa boleh buat, itulah balasan bagi orang dzalim. 

Dari kisah di atas, kita dapat mengambil banyak pelajaran akan pentingnya sebuah kehati-hatian dalam menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari mengkonsumsi barang-barang haram yang bukan menjadi hak kita. Jika hal ini bisa kita lakukan, insya Allah akan ada balasan setimpal kita dapatkan, baik itu kita terima di dunia atau pun di akhirat kelak. 

Sekedar tambahan, Abu Dujanah atau bernama lengkap Simak bin (Aus bin) Kharasyah bin Laudzan adalah salah seorang sahabat Nabi dari kaum Anshar dari kabilah Bani Sa'idah. Beliau pernah ikut serta dalam Perang Badar, Uhud dan perang-perang lainnya bersama Nabi SAW. 

Abu Dujanah tergolong seorang sahabat yang militan karena tidak pernah lepas dari Nabi SAW bahkan pada Perang Uhud sekalipun saat kaum Quraisy mendapatkan kemenangan. 

Sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Dujanah gugur sebagai syahid dalam perang Yamamah saat melawan Musailamah al-Kadzdzab (Nabi palsu). Demikian. Wallahu A'lam. (Diolah dari berbagai sumber

Selengkapnya
Kisah Calon Penghuni Surga (Dibalik Sifat Qanaah dan Jujur)

Kisah Calon Penghuni Surga (Dibalik Sifat Qanaah dan Jujur)


Pepatah Jawa mengatakan, "Urip iku mung Sawang Sinawang", sebetulnya pepatah ini mengingatkan kita agar dalam hidup ini kita jangan terfokus untuk membanding-bandingkan keadaan yang kita alami dengan kehidupan yang dimiliki oleh orang lain. Pepatah ini juga mengajarkan kita untuk tidak iri dengan kesuksesan orang lain, serta selalu bersyukur dan menerima apa yang telah kita dapatkan. 

Namun dalam prakteknya, kerasnya hidup kadang kala membuat kita sulit untuk menerapkan perilaku ini, terutama bagi orang-orang awam seperti kita. 

Perilaku suka membanding-bandingkan memang cukup riskan karena bisa membuat kita hanya berkeluh kesah dan tidak mensyukuri akan arti hidup. Akibatnya, segala cara pun akan dilakukan agar keinginannya terpenuhi, termasuk dengan cara-cara salah sekalipun. Tetapi jika kita mampu menaklukannya, tentunya ada balasan besar yang akan kita terima kelak. 

Mengintip dari balik jendela
ilustrasi

Berkenaan dengan hal ini, ada sebuah kisah menarik yang kami nukil dari buku Lentera Hati karya Ust. M. Quraisy Shihab. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah berikut ini. Berikut kisahnya:

Pada suatu hari tatkala Rasulullah SAW sedang duduk-duduk dan berbincang-bincang bersama para sahabatnya di masjid, tiba-tiba Nabi SAW bersabda, "Sebentar lagi seorang calon penghuni surga akan datang kemari".

Mendengar ucapan Rasulullah SAW tersebut, semua pandangan mata para sahabat pun tertuju ke pintu masjid untuk mengetahui siapa gerangan orang tersebut. Para sahabat menduga kalau orang yang disebut Nabi sebagai calon penghuni surga itu pastilah seseorang yang luar biasa.

Tidak lama kemudian masuklah ke dalam masjid seseorang yang wajahnya masih basah dengan air wudhu sembari menjinjing alas kakinya. Para sahabat pun penasaran untuk bertanya apa gerangan keistimewaan orang itu sehingga Rasulullah SAW menjamin masuk surga. Meski begitu, anehnya tidak seorang pun sahabat Nabi SAW yang mau bertanya, walaupun sebenarnya mereka ingin mengetahui jawabannya.

Keesokan harinya yaitu pada hari kedua dan ketiga, kejadian tersebut terulang kembali. Pada hari kedua dan ketiga ini Rasulullah pun juga tetap bersabda bahwa orang itu merupakan calon penghuni surga.

Salah seorang sahabat Nabi yakni Abdullah bin Umar semakin penasaran dibuatnya. Beliau pun bermaksud untuk melihat langsung apa yang dilakukan calon penghuni surga itu sehari-seharinya sehingga bisa dijamin masuk surga. 

Calon penghuni surga
ilustrasi

Suatu ketika, Abdullah bin Umar mendatangi rumah calon penghuni surga itu dan meminta izin untuk tinggal di rumah orang itu selama tiga hari tiga malam. Orang tersebut pun mempersilahkannya. 

Selama tiga hari tiga malam, Abdullah bin Umar senantiasa memperhatikan, mengamati, bahkan mengintip apa-apa saja yang diperbuat oleh calon penghuni surga itu. Memang ibadah wajib selalu dikerjakan oleh orang itu, tetapi ibadah khusus seperti shalat malam dan puasa sunnah tampaknya penghuni surga itu tidak melakukannya. Hanya saja kalau terbangun dari tidurnya di tengah malam terdengar ia menyebut nama Allah (dzikir) di tempat tidurnya. Tetapi itu pun hanya sejenak saja, dan tidurnya pun berlanjut. 

Sementara pada siang harinya, si calon penghuni surga itu bekerja dengan tekun. Ia juga pergi ke pasar sebagaimana halnya orang lain pergi ke pasar. Rasa penasaran Abdullah bin Umar pun semakin menggebu-gebu. "Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau aku tidak sempat melihatnya apa yang dilakukan oleh orang itu. Sudah waktunya bagiku untuk berterus terang kepadanya", demikian ucap Abdullah bin Umar dalam hatinya. 

"Apakah yang anda perbuat sehingga anda mendapat jaminan surga", tanya Abdullah bin Umar kepada orang tersebut. 

"Apa yang anda lihat itulah",  jawab calon penghuni surga.

Setelah mendapat jawaban dari orang itu, dengan rasa kecewa Abdullah bin Umar pun hendak pamit pulang untuk kembali saja ke rumahnya. Ketika hendak beranjak, tiba-tiba tangannya dipegang oleh si calon penghuni surga tersebut seraya berkata, "Apa yang anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi yaitu saya tidak pernah merasa iri terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Tuhan. Tidak pernah pula saya melakukan penipuan dalam segala kegiatan saya".

Dengan menundukkan kepala, Abdullah bin Umar pun meninggalkan si calon penghuni surga itu sambil berkata, "Rupanya yang demikian itulah yang menjadikan anda mendapat jaminan surga".

Itulah kisah mengenai seseorang yang dijamin masuk surga karena sifat qanaahnya dan keteguhannya untuk selalu berbuat jujur dalam segala hal. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah di atas. Wallahu A'lam.

Selengkapnya
Mengenal Tokoh-Tokoh Ilmuwan Muslim Dunia dan Pengaruhnya

Mengenal Tokoh-Tokoh Ilmuwan Muslim Dunia dan Pengaruhnya


Mungkin banyak yang belum tahu bahwa salah satu penyebab bangsa Eropa kuat dan maju seperti sekarang ini sebenarnya adalah pengaruh dari dunia Islam. Pada awalnya bangsa Eropa mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan dari umat Islam yakni saat masa kejayaan dan keemasan Umat Islam, terutama saat berkuasanya Dinasti Abbasiyyah di Irak, dan Dinasti Umayyah di Andalusia (sekarang Spanyol). 

Banyak ilmu pengetahuan yang mereka serap dari umat Islam seperti ilmu kedokteran, ilmu sejarah, ilmu pertambangan, dan ilmu kimia. Ilmu-ilmu tersebut kemudian mereka dalami dan kembangkan sendiri, sehingga setahap demi setahap mereka berhasil memperoleh kemajuan dan kekuatan serta berhasil melaksanakan revolusi di bidang industri.

Sayangnya di saat Eropa menjadi semakin maju dan kuat, di sisi lain keberadaan pemerintahan Islam justru melemah bahkan akhirnya runtuh sehingga kemudian tersingkir dari gegap gempitannya kemajuan. Meski demikian, sebagai buktinya sejarah telah mencatat beberapa nama tokoh-tokoh ilmuwan Muslim yang telah berjasa besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan kalangan ilmuwan Barat juga banyak mengakui kehebatan mereka dan menjadikan hasil karya mereka sebagai referensi dalam penelitiannya. 

Tercatat ada banyak ilmuwan Muslim beserta sumbangsihnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Pada artikel kali ini, akan kami ulas biografinya secara ringkas beberapa di antaranya yaitu Al Farabi, Al Khawarizmi, Al Biruni, Al Hazen, dan Ibnu Rusyd. Mungkin di lain waktu akan kami ulas yang lainnya.

Al Farabi


Al Farabi atau bernama lengkap Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi' (870-950) adalah seorang ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Ayahnya seorang opsir tentara Turki keturunan Persia sedangkan ibunya berdarah Turki asli. 

Sejak kecil, Al Farabi memang memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari. Selain mempelajari Al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, dan ilmu-ilmu agama lainnya seperti fiqh, tafsir dan ilmu hadits, beliau juga mempelajari tentang musik, aritmetika dasar dan filsafat.

Dalam dunia filsafat, beliau dikenal sebagai seorang komentator filsafat Yunani yang ulung di dunia Islam. Bahkan Al-Farabi juga dikenal dengan sebutan "guru kedua" setelah Aristoteles, karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat. 

Al Farabi

Al Farabi adalah filsuf Islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. 

Kontribusinya bagi ilmu pengetahuan mencakup berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-Farabi juga telah menulis berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, Kitab al-Musiqa. Bahkan beliau juga dapat memainkan dan telah menciptakan berbagai alat musik.

Secara umum, karya-karya Al- Farabi dalam ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi 6 bagian, yaitu bidang Logika, Ilmu-ilmu Matematika, Ilmu Alam, Teologi, Ilmu Politik dan kenegaraan, serta Bunga rampai (Kutub Munawwa'ah). Karya lainnya yang juga cukup terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (tentang Kota dan pemerintahan). 

Al Khawarizmi


Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ilmuwan Muslim asal Persia yang mahir dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, kartografi, dan geografi. Beliau lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. 

Al Khawarizmi

Hampir sepanjang hidupnya, beliau bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat beliau belajar ilmu alam dan matematik, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

Karya monumentalnya adalah al-Kitab al-Mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala, membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Buku yang juga dikenal dengan nama Al Jabar ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad ke-12. Kitab ini sangat populer dan banyak menjadi rujukan bagi para ahli matematika. 

Berkat karyanya inilah, dunia matematika modern mengenal istilah Al Jabar. Seperti tercantum dalam bukunya, kata "aljabar" sendiri berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat. 

Selain itu, Al-Khwarizmi juga berperan penting dalam memperkenalkan angka Arab melalui karyanya, Kitāb al-Jam'a wal tafrīq bi-ḥisāb al-Hind yang kelak diadopsi sebagai angka standar yang dipakai di berbagai bahasa serta kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke-12. 

Sumbangsih beliau memang tidak terbantahkan lagi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang matematika. Nama algorisme dan algoritma juga diambil dari kata algorismi, latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol, guarismo. Dalam bahasa Portugis, algarismo bermakna digit.

Al Biruni


Al Biruni (Abu Raihan Al-Biruni) lahir di Khawarizmi, Turkmenistan atau Khiva, di kawasan Danau Aral di Asia Tengah pada bulan September 973 M. Beliau wafat di Ghazna pada bulan Desember 1048 M dalam usia 75 tahun. 

Al Biruni

Abu Raihan Al Biruni merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli geografi, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan. Beliau juga sering disebut sebagai Ilmuwan Muslim terbesar. Mengapa demikian?

Al Biruni mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan baik ilmu keagamaan (tentang Islam) maupun ilmu pengetahuan umum seperti matematika, fisika, ilmu falak, kedokteran, ilmu-ilmu bahasa, geologi, geografi, dan filsafat. Khusus ilmu bahasa, beliau menguasai bahasa Khawarizmi, bahasa Arab, Persia, Sansekerta, Yunani, Ibrani, dan Suryani. 

Beliau juga merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma'mun Khawarazmshah.

Al Biruni mempunyai kegemaran membaca dan menulis. Tidak mengherankan bila Al Biruni terkenal sebagai ilmuwan Muslim produktif dalam berkarya. Karya tulisnya tidak kurang dari 180 judul, di antaranya adalah Maqalid Ilm al Hayah (kunci ilmu perbintangan), Kitab Al Jamhir fi Ma'rifah al Jawahir (kumpulan pengetahuan tentang batu-batu permata), dan Kitab As Syahdalah (buku tentang ramuan-ramuan).

Sumbangsih Al Biruni terhadap ilmu pengetahuan antara lain:

  • Membuat tabel-tabel sinus dan tangen yang pertama dalam sejarah matematika.
  • Menemukan tujuh cara untuk menemukan arah utara dan selatan dan menemukan titik matematis untuk menentukan awal musim.
  • Aritmetika teoretis and praktis. 
  • teori perbandingan. 
  • dll. 

Ibnu Haitsam (Al Hazen) 


Abu Ali Muhammad al-Hasan bin al-Haitsam atau Ibnu Haitsam adalah seorang ilmuwan Muslim dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ibnu Haitsam, atau di dunia barat dikenal dengan nama Al Hazen lahir di Bashrah pada tahun 965 dan meninggal di Qahirah pada tahun 1039. 

Al Hazen

Ibnu Haitsam banyak mengkaji segala hal mengenai ilmu Optik, sehingga di kemudian hari banyak teori terkait ilmu optik yang dicetuskannya. Dunia banyak mengenal namanya sebagai penemu ilmu Optik, sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai Bapak Ilmu Optik. 

Tulisannya mengenai cara kerja mata manusia telah menjadi salah satu Referensi yang penting dalam bidang kajian sains di Barat. Bahkan teorinya mengenai pengobatan mata juga masih digunakan hingga saat ini di berbagai Universitas di seluruh dunia. 

Selain itu, penelitiannya mengenai cahaya juga telah memberikan banyak inspirasi pada ahli sains barat, seperti Roger Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop. 

Beberapa karyanya mengenai cahaya juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.

Meski lebih dikenal dalam bidang sains dan pengobatan, Ibnu Haitsam juga ahli dalam bidang falsafah, logika, metafisika dan astronomi. Selain itu, beliau juga ikut peduli tentang persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu. 

Jika dikelompokkan, beberapa karya beliau mencakup dalam berbagai bidang seperti bidang Optik, Astronomi, Matematika, Sains, filsafat, dan lainnya. Beliau memang dikenal sebagai ilmuwan yang gemar melakukan penelitian, sehingga tidak heran jika banyak sumbangsih beliau bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bahkan masih digunakan hingga saat ini.

Ibnu Rusyd (Averroes) 


Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abu Al Walid Muhammad Ibnu Rusyd. Beliau lahir di Kordova (Spanyol) pada tahun 1126 dari keluarga hakim dan wafat di Marakesy (Maroko) pada tahun 1198. 

Ibnu Rusyd

Di dunia Barat, nama Ibnu Rusyd sering dilatinkan sebagai Averroes, seorang filsuf dan pemikir dari Al-Andalus yang menulis dalam bidang disiplin ilmu, termasuk filsafat, teologi Islam, kedokteran, astronomi, fisika, hukum Islam, dan linguistik. 

Ibnu Rusyd mempelajari dan mendalami berbagai macam ilmu pengetahuan agama maupun umum, sehingga beliau dapat menguasai dengan baik kajian ilmu fiqih, ilmu kalam, sastra Arab, matematika, fisika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. 

Dalam bidang kedokteran, beliau menghasilkan gagasan baru mengenai fungsi retina dalam penglihatan, penyebab strok, dan gejala-gejala penyakit Parkinson, serta menulis buku yang kelak diterjemahkan menjadi sebuah buku teks standar di Eropa. 

Sedang dalam bidang filsafat, Ibnu Rusyd adalah pendukung ajaran filsafat Aristoteles (Aristotelianisme). Beliau berusaha mengembalikan filsafat dunia Islam ke ajaran Aristoteles yang asli. Dunia Barat menjulukinya sebagai "Sang Penafsir" (Bahasa Inggris: The Commentator). Pengaruh Ibnu Rusyd ke dunia Barat jauh lebih besar dibanding dunia Islam. Ibnu Rusyd menulis banyak tafsir terhadap karya-karya Aristoteles, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani dan bahasa Latin dan beredar di Eropa. 

Semasa hidupnya, Ibnu Rusyd pernah menjabat sebagai hakim di Seville, hakim kepala di Kordova, dan menjadi dokter di istana Sultan Abu Ya'qub dan penggantinya. Karya-karya tulis beliau antara lain sebagai berikut:

  1. Kitab Bidayat Al Mujtahid, yakni kitab yang membahas tentang fiqih.
  2. Kulliyat fi at Thibb, sebuah buku kedokteran. Buku ini pernah dijadikan sebagai buku pegangan selama berabad-abad bagi mahasiswa kedokteran di Eropa.
  3. Fasl al Maqal fi Ma Bain al Hikmat Wa asy Syari'at, membahas tentang kaitan antara filsafat dan syariat. Menurut Ibnu Rusyd, antara filsafat dan agama tidaklah bertentangan. Bahkan Islam menganjurkan para pemeluknya untuk mempelajari ilmu filsafat. 

Itulah di antara beberapa tokoh ilmuwan Muslim yang telah berjasa besar bagi perkembangan keilmuan di dunia ini. Semoga kita dapat mengambil semangat dan inspirasi dari tokoh-tokoh tersebut di atas. Demikian. Semoga bermanfaat. 

Selengkapnya
Cara Mudah Membuat Slider (Slide Show) Keren di Blog, Cukup Satu Langkah

Cara Mudah Membuat Slider (Slide Show) Keren di Blog, Cukup Satu Langkah


Pemasangan Slider (Slide Show) di blog sebenarnya merupakan opsional, artinya boleh dipasang dan boleh tidak. Jika masih ada banyak ruang di blog anda, tidak ada salahnya anda memasang fitur ini agar tampilan blog menjadi semakin menarik. Namun hendaknya pertimbangkan juga faktor kecepatan loading blog anda. Jika kecepatan loading masih memadai, silahkan bisa pasang fitur slider ini di blog anda.

Pemasangan slider biasanya digunakan untuk menampilkan beberapa artikel terbaru, artikel-artikel pilihan, atau artikel-artikel tertentu berdasarkan kategori yang dipilih. Dengan desain gambar bergerak, artikel-artikel tersebut pun akan ditampilkan secara bergantian tergantung pengaturan yang diinginkan. 

Memang blog akan terlihat lebih cantik, ramai dan lebih berwarna kalau dipasangi fitur slider ini. Tampilan menarik ini tentunya akan membuat pengunjung semakin tertarik dan penasaran untuk membaca artikel yang sepintas ditampilkan pada slider tersebut. Ada banyak tutorial mengenai cara pemasangan slider (slide show) yang dibagikan para blogger di luar sana.

Masing-masing slider tampaknya memiliki kelebihan dari segi tampilan yang ditawarkan. Ada slider gambar ditampilkan berjejer dan kemudian bergerak maju bergantian. Atau ada juga gambar slider ditampilkan secara bergantian dalam satu kotak gambar seperti slider yang pernah saya bagikan pada artikel terdahulu. Jika berminat, silahkan baca: Cara Membuat Slider (Slide Show) Keren, Ringan, Manual dan Mudah Edit di Blog

Seperti pada tutorial pemasangan slider (slide show) yang pernah saya bagikan sebelumnya, untuk cara pemasangan slider ini memang biasanya cukup rumit bagi yang tidak terbiasa mengutak-atik kode script di dalam template html.

Agar slider berfungsi seperti yang diharapkan, beberapa kode script memang mesti diletakkan di tempat-tempat tertentu dengan terlebih dahulu mencari beberapa kode seperti kode </style>, </head>, atau kode </body>. Tentunya ini akan cukup ribet sehingga sebagian orang malas kalau harus melakukannya. Tidak jarang, mereka pun akhirnya tidak jadi memasang slider di blognya. 

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan cara mudah untuk memasang slider keren di blog tanpa harus bersusah payah mengedit html atau mencari kode ini itu di html template. Bahkan cukup dalam satu langkah anda sudah bisa memasang gambar bergerak bergantian (slide show) keren di blog hanya lewat menu layout atau tata letak di dashbord blogger anda.

Kode script ini sebetulnya saya dapat dari Blog Orang IT dengan sedikit saya modifikasi. Fitur slider ini bisa anda atur fungsinya menjadi seperti widget recent posts atau menampilkan artikel-artikel tertentu sesuai kategori pilihan anda. Fitur slider ini juga responsive sehingga tampilannya akan menyesuaikan dengan ukuran layar penggunanya. Untuk tampilannya seperti berikut ini:

Slider keren mudah pasang

Bagaimana Cara memasangnya?. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka akun blogger anda. 

2. Pilih menu layout (tataletak). 

3. Lihat di bagian atas element Blog Post, silahkan klik pada tambahkan gadget (add a gadget) . 

Tambahkan gadget

4. Kemudian pilih html/javascript dan masukkan kode berikut ini pada kotak tersedia untuk memasang slidernya:

<style>
    #featuredpost {margin:15px auto;margin-top:0px;}
    #slides *{-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box}
    #slides ul,#slides li{padding:0;margin:0;list-style:none;position:relative;border:1px solid #fff}
       #slides ul{height:300px}
    #slides li{width:50%;height:100%;position:absolute;display:none}
    #slides li:nth-child(1), #slides li:nth-child(2), #slides li:nth-child(3), #slides li:nth-child(4), #slides li:nth-child(5){display:block}
    #slides li:nth-child(1){left:0;top:0}
    #slides li:nth-child(2){left:50%;width:25%;height:50%}
    #slides li:nth-child(3){left:75%;width:25%;height:50%}
    #slides li:nth-child(4){left:50%;top:50%;width:25%;height:50%}
    #slides li:nth-child(5){left:75%;top:50%;width:25%;height:50%}
    #slides li:nth-child(1) h4 {overflow:hidden;font-size:17px;bottom:0;color:#fafafa;width:100%;
    padding:10px 10px 10px 90px;text-align:left;text-transform:uppercase;background:rgba(0,0,0,0.3);
    height:90px;font-family:&#39;Oswald&#39;;text-shadow:2px 2px 0 rgba(0,0,0,0.2);line-height:25px;left:0;}
    #slides li:nth-child(1) .label_text {font-size:30px;display:block;bottom:10px;left:10px;
    padding:0;font-family:&#39;Oswald&#39;;box-shadow:5px 3px 0 rgba(0,0,0,0.2);}
    #slides li:nth-child(1) span.dd {display:block;font-size:30px;padding:12px 15px;
    background:#ff6553;margin:0;}
    #slides li:nth-child(1) span.dm {display:block;font-size:14px;background:#333;color:#fff;
    padding:5px 21px;text-transform:uppercase;margin:0;}
    #slides li:nth-child(1) span.dy, #slides li:nth-child(1) span.autname{display:none;}
    #slides a{display:block;width:100%;height:100%;overflow:hidden}
    #slides img{display:block;width:100%;height:auto;border:0;padding:0;background-color:#333;-moz-transform:scale(1.0) rotate(0);-webkit-transform:scale(1.0) rotate(0);-ms-transform:scale(1.0) rotate(0);transform:scale(1.0) rotate(0);transition:all 0.6s linear;}
    #slides li a:hover img {-moz-transform:scale(1.1) rotate(1deg);-webkit-transform:scale(1.1) rotate(1deg);-ms-transform:scale(1.1) rotate(1deg);transform:scale(1.1) rotate(1deg);transition:all 0.3s linear;}
    #slides .overlayx{width:100%;height:100%;position:absolute;z-index:2;background-position:50% 40%;background-repeat:repeat-x;}
    #slides h4{position:absolute;bottom:5px;margin:0;font-size:13px;font-family:&#39;Oswald&#39;;
    left:5px;padding:5px 5px;color:#f9f9f9;z-index:3;line-height:20px;font-weight:normal;
    background:rgba(0,0,0,0.3);text-align:left;text-transform:uppercase;margin-right:0px;}
    #slides .label_text{font-size:12px;color:#fff;bottom:5px;z-index:3;left:5px;
    position:absolute;background:rgba(255,101,83,0.8);padding:3px 6px;font-family:&#39;Oswald&#39;;
    text-transform:uppercase;}
    #slides li:nth-child(2) .autname,#slides li:nth-child(3)  .autname{display:none;}.label_text{display:none;}
    #slides .overlayx,#slides li{transition:all .4s ease-in-out}
    #slides li:nth-child(1) .overlayx{display:none;}
    #slides li:hover .overlayx{opacity:0.1}
    @media only screen and (max-width:800px){
    #slides li:nth-child(1) h4{font-size:18px;line-height:24px;}}
    @media only screen and (max-width:600px){
      #slides ul{height:425px;margin-top:5px;}
      #slides li:nth-child(1){width:100%;height:65%}
      #slides li:nth-child(2){top:65%;height:35%;left:0;width:50%}
      #slides li:nth-child(3){left:50%;top:65%;width:50%;height:35%}
      #slides li:nth-child(4){display:none;}
      #slides li:nth-child(5){display:none;}
      }
    @media only screen and (max-width:480px){
    #slides li:nth-child(1) h4 {font-size:15px;line-height:20px;}}
    </style>
    <script>
function FeaturedPost(a){(function(e){var h={blogURL:"",MaxPost:5,idcontaint:"#featuredpost",ImageSize:500,interval:10000,autoplay:false,loadingClass:"loadingxx",pBlank:"http://3.bp.blogspot.com/-v45kaX-IHKo/VDgZxWv0xUI/AAAAAAAAHAo/QJQf8Dlh3xc/s1600/grey.gif",MonthNames:["Jan","Feb","Mar","Apr","May","Jun","Jul","Aug","Sep","Oct","Nov","Dec"],tagName:false};h=e.extend({},h,a);var g=e(h.idcontaint);var c=h.blogURL;var d=h.MaxPost*200;if(h.blogURL===""){c=window.location.protocol+"//"+window.location.host}g.html('<div id="slides"><ul class="randomnya"></ul></div><div id="buttons"><a href="#" id="prevx" title="prev"></a><a href="#" id="nextx" title="next"></a></div>').addClass(h.loadingClass);var f=function(w){var q,k,m,u,x,p,t,v,r,l="",s=w.feed.entry;for(var o=0;o<s.length;o++){for(var n=0;n<s[o].link.length;n++){if(s[o].link[n].rel=="alternate"){q=s[o].link[n].href;break}}if("media$thumbnail"in s[o]){u=s[o].media$thumbnail.url.replace(/\/s[0-9]+\-c/g,"/s"+h.ImageSize+"-c")}else{u=h.pBlank.replace(/\/s[0-9]+(\-c|\/)/,"/s"+h.ImageSize+"$1")}k=s[o].title.$t;r=s[o].published.$t.substring(0,10);m=s[o].author[0].name.$t;x=r.substring(0,4);p=r.substring(5,7);t=r.substring(8,10);v=h.MonthNames[parseInt(p,10)-1];l+='<li><a target="_blank" href="'+q+'" title="'+k+'"><div class="overlayx"></div><img class="random" src="'+u+'" title="'+k+'"><h4>'+k+'</h4></a><div class="label_text"><span class="date"><span class="dd">'+t+'</span> <span class="dm">'+v+'</span> <span class="dy">'+x+'</span></span> <span class="autname">'+m+"</span></div></li>"}e("ul",g).append(l)};var b=function(){var i="/-/"+h.tagName;if(h.tagName===false){i="";e.ajax({url:c+"/feeds/posts/default"+i+"?max-results="+h.MaxPost+"&orderby=published&alt=json-in-script",success:f,dataType:"jsonp",cache:true})}else{e.ajax({url:c+"/feeds/posts/default"+i+"?max-results="+h.MaxPost+"&orderby=published&alt=json-in-script",success:f,dataType:"jsonp",cache:true})}(function(){setTimeout(function(){e("#prevx").click(function(){e("#slides li:first").before(e("#slides li:last"));return false});e("#nextx").click(function(){e("#slides li:last").after(e("#slides li:first"));return false});if(h.autoplay){var k=h.interval;var l=setInterval("rotate()",k);e("#slides li:first").before(e("#slides li:last"));e("#slides").hover(function(){clearInterval(l)},function(){l=setInterval("rotate()",k)});function j(){e("#nextx").click()}}g.removeClass(h.loadingClass)},d)})()};e(document).ready(b)})(jQuery)};function rotate(){$('#nextx').click();};document.write('')
</script>
    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    $(document).ready(function () {
    FeaturedPost({
    blogURL:"https://bloganda.blogspot.co.id/",
    MaxPost:20,
    idcontaint:"#featuredpost",
    ImageSize:300,
    interval:10000,
    autoplay:true,
    tagName:false
    });
    });
    //]]>
    </script>
    <div id="featuredpost"></div>

Keterangan:
  • Silahkan ganti tulisan berwarna merah dengan Url alamat blog anda. 
  • Pengaturan di atas berfungsi layaknya widget Recent Posts. Jika ingin menampilkan artikel-artikel berdasarkan label tertentu, anda bisa ganti kode false (ditandai warna hijau) dengan label (kategori) pilihan di blog anda. Contoh: tagName:"Kesehatan"
  • 10000 (warna biru) untuk kecepatan pergerakan slider. Anda bisa merubahnya agar lebih cepat atau lebih lambat. Misal ganti menjadi 8000 agar lebih cepat atau 12000 agar lebih lambat, dst. 

5. Jika sudah diatur semuanya, silahkan simpan dan lihat hasilnya. 

Kalau anda menghendaki agar tampilan slider ini hanya muncul di tampilan beranda (home) blog saja, silahkan baca postingan saya berikut ini: Cara Menyembunyikan atau Memunculkan Widget Hanya pada Tampilan Beranda Blog. Demikian. Semoga bermanfaat. 

Selengkapnya
Beberapa Cara Untuk Mengurangi Resiko Terkena Kanker

Beberapa Cara Untuk Mengurangi Resiko Terkena Kanker


Pada masa kini, mendengar istilah kanker mungkin sebagian orang akan merinding. Memang tidak aneh karena hingga kini kanker termasuk salah satu penyakit berbahaya dan mematikan. Baru mendengar namanya saja sudah membuat merinding apalagi sampai terjangkit.

Tidak hanya kita saja, orang-orang di negara maju, seperti Amerika dan Eropa juga ternyata merasakan hal yang sama. Menurut salah satu lembaga penelitian America Cancer Society (ACS), ada sekitar 47 % orang Amerika tidak punya cara untuk mencegah penyakit kanker.

Padahal menurut para ahli ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko kanker hingga 50 %. Cara-cara tersebut antara lain tidak merokok, mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, serta rutin memeriksakan kesehatan. 

Di bawah ini, akan kami uraikan beberapa cara untuk mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit kanker, yaitu:

1. Mengganti Asupan Makanan


Makanlah sayuran dan buah-buahan lebih banyak sebagai sarana untuk mencegah kanker. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran lebih jarang terkena penyakit kanker kolon, kanker esophafeal, dan kanker paru-paru.

Buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan antioksidan dimana dapat berfungsi untuk mencegah tumbuhnya sel-sel kanker berkembang menjadi kanker. Orang-orang dengan banyak makan buah-buahan dan sayuran cukup setiap harinya 19 % selisihnya ketimbang orang yang kurang mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran perihal peluang terjangkitnya kanker kepala dan leher.

Beberapa buah dan sayuran juga mengandung flavonoid, zat antikanker ini dapat mengurangi berkembangnya kanker pankreatik. Flavonoid dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran seperti brokoli, sitrus, dan bayam. 

Buah dan sayuran

2. Mengurangi Konsumsi Daging


Para ahli kesehatan memberi saran agar tidak makan daging lebih dari 3 ons setiap harinya. Kaum wanita yang makan daging kambing, sapi, dan sebagainya lebih dari 3 ons mempunyai resiko penyakit kanker kolon dan kanker rectal sekitar 30-40 %, serta kanker payudara hingga 56 %. Adapun jika memakan daging olahan, yaitu daging yang diawetkan atau daging kalengan sekitar dua atau tiga kali selama seminggu, maka mempunyai resiko kanker 30 %.

3. Kecukupan Vitamin D


Mengkonsumsi makanan apa saja yang memiliki kandungan vitamin D atau minum pil dari dokter sebagai tambahan vitamin D juga dapat mengurangi resiko terkena kanker. Jika perlu cek terlebih dulu kadar vitamin D dalam tubuh. Dengan kecukupan asupan vitamin D, resiko terkena kanker dapat berkurang. Adapun bahan pangan sumber penghasil vitamin D antara lain susu dan salmon.

Segelas susu

4. Minum Teh Hijau


Minum teh hijau ternyata juga dapat mengurangi resiko terkena kanker. Penelitan lain membuktikan bahwa wanita yang rutin minum teh hijau sekitar satu setengah gelas setiap harinya dapat mengurangi resiko kanker payudara 40 %. Adapun minum teh hitam atau kopi tanpa kandungan kafein dapat mengurangi resiko kanker ovarium hingga 30 %.

Teh hijau

5. Daging Panggang


Jika anda terlanjur suka mengkonsumsi daging, memilih daging yang tidak berlemak juga dapat mengurangi 99 % karsinogen atau zat penyebab kanker. Menggunakan setengah cangkir marinade ketika memanggang daging juga baik untuk kesehatan.

Daging panggang

6. Menggunakan Bumbu Dapur


Penelitian juga membuktikan bahwa kandungan capsaicin atau penyebab cabai menjadi pedas juga dapat membunuh sel-sel kanker. Curcumin atau penyebab warna kuning pada kunyit juga diduga dapat mengurangi resiko kanker kolon. Buktinya, orang-orang India yang biasa menggunakan kunyit ternyata 10 % berkurangnya resiko terkena kanker ketimbang orang Amerika. Masyarakat India memang punya kebiasaan menggunakan kunyit kurang dari satu sendok teh setiap harinya. Beruntung, para leluhur kita juga punya resep kunir asem, dimana kunir (kunyit) memang punya khasiat mengurangi resiko kanker. 

Cabe dan kunyit

Selain mengatur asupan makan, kanker juga bisa dicegah dengan cara lainnya, antara lain sebagai berikut:

1. Mengatur Berat Badan


Rajin berolahraga secara rutin ternyata juga dapat mengurangi resiko kanker. Melakukan aktivitas yang membutuhkan pergerakan badan paling tidak setengah jam lebih dari lima hari selama seminggu juga dapat mengurangi resiko terkena kanker. Wujud olahraga bisa berupa jalan-jalan, jogging, berlari, fitness, senam, dan sebagainya.

Berbagai penelitian juga mengatakan bahwa berolahraga 4-5 jam selama seminggu rutin dijalankan setiap harinya juga membuat kita paling sedikit terkena resiko kanker.

Dengan berolahraga secara rutin, badan kita tidak akan kegemukan. Wanita bertubuh subur dengan bobot tubuh meningkat hingga 15-20 kg setelah umur 18 tahun mempunyai kemungkinan terkena kanker payudara sekitar 40 %, ketimbang yang bobot tubuhnya hanya meningkat 3-5 kg. Bobot tubuh berlebihan memang meningkatkan resiko kanker pankreatik, kanker kandung kemih, thyroid, ovarium, endometrial, dan kanker leher rahim.

Jogging

2. Periksa Kesehatan


Mengetahui kondisi tubuh terlebih dulu dapat menyembuhkan kanker sebelum parah. Kanker payudara yang diketahui sebelum menyebar dapat membuat peluang hidup lebih dari lima tahun hingga 98 %. Memeriksakan kesehatan memang penting dilakukan bagi ibu-ibu.

Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan memeriksakan kanker payudara sejak umur 20 tahun ke dokter setiap tiga tahun sekali. Periksa juga mammogram setahun sekali setelah umur 40 tahun, lebih-lebih jika ada anggota keluarga yang pernah terjangkit. Periksa juga kanker leher rahim dengan pap smear setahun sekali setelah umur 40 tahun, jika sudah tiga kali ternyata sehat, maka selanjutnya dapat dilakukan tiga tahun sekali.

3. Mempunyai Kebiasaan Baik


Jika baru merasakan sakit, minum aspirin lebih baik ketimbang jenis obat lainnya untuk mengurangi rasa sakit. Sebuah penelitian mengatakan bahwa aspirin juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit serta mengurangi resiko kanker sekitar 16 %. Meski begitu, anda mesti tanyakan terlebih dulu kepada dokter karena aspirin juga mempunyai efek samping yang perlu diperhatikan.

Kebiasaan baik untuk mengurangi resiko kanker antara lain yaitu tidak merokok dan menjauh dari asap rokok. Menghirup asap rokok sama saja bahayanya meski orang tersebut tidak menghisap rokok. Menurut National Cancer Institute, kanker paru-paru karena rokok telah menyebabkan 3000 kematian setiap tahunnya dimana juga menjangkiti orang-orang yang tidak merokok. Selain itu, asap rokok juga bisa menyebabkan kanker hidung dan kanker sinus. Sumber: Djaka Lodang, 2008. 

Selengkapnya